Mahasiswa ITN Malang berkolaborasi dengan Paguyuban Lentera Kasih Blimbing Kota Malang memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Kantor Kecamatan Blimbing, Polowijen, Kota Malang, Minggu (05/01/2020). (Foto: Istimewa)

Mahasiswa ITN Malang berkolaborasi dengan Paguyuban Lentera Kasih Blimbing Kota Malang memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Kantor Kecamatan Blimbing, Polowijen, Kota Malang, Minggu (05/01/2020). (Foto: Istimewa)

Malang, ITN.AC.ID – Mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berkolaborasi dengan Paguyuban Lentera Kasih Blimbing Kota Malang memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Kantor Kecamatan Blimbing, Polowijen, Kota Malang, Minggu (05/01/2020).

Acara bertema “Sharing is Caring” ini menyediakan lima kegiatan edukasi, yakni melukis dengan cat air, melipat origami, memancing ikan, bermain bowling, dan playground.

“Dengan konsep edukasi tersebut, kami mendekatkan diri dengan anak-anak disabilitas. Mereka sangat senang, karena kegiatan ini dikemas dalam kegiatan outdoor yang menyenangakan dengan segala keterbatasan yang mereka punya,” ujar Alifia Yesi Fanita, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Manufaktur Prodi Sarjana Terapan D-4.

 

Salah satu anak disabilitas terlihat sedang melukis dengan cat air didampingi mahasiswa Teknik Industri Manufaktur Prodi Sarjana Terapan D-4 ITN Malang. (Foto: Istimewa)

Salah satu anak disabilitas terlihat sedang melukis dengan cat air didampingi mahasiswa Teknik Industri Manufaktur Prodi Sarjana Terapan D-4 ITN Malang. (Foto: Istimewa)

 

Kegiatan HMTI D-4 ini bukan kali pertama. Tahun-tahun sebelumnya mahasiswa Kampus Biru juga melakukan kegiatan yang sama dengan konsep berbeda. “Kami ingin berbagi dan peduli, kita tidak berbeda, kita semua sama. Mereka (anak-anak disabilitas) sangat antusias dengan acara kami,” kata mahasiswi asal Malang ini.

Keikutsertaan mahasiswa ITN Malang dalam HDI memberikan kesan yang luar biasa bagi Dewi Andrias, salah satu orang tua anak disabilitas. Menurut Dewi, baru kali pertama ia mengikuti kegiatan disabilitas yang melibatkan mahasiswa.

“Saya menilai positif atas kehadiran dan keterlibatan mahasiswa ITN Malang. Disaat di luar sana masyarakat banyak yang memandang rendah putra putri kami yang memiliki kebutuhan khusus. Bahkan kadang sering di-bully baik dengan perkataan maupun perbuatan. Di sini, mahasiswa teknik ITN Malang justru memuliakan putra putri kami,” tutur ibu yang tinggal di Rusunawa Buring ini.

Dikatakan Dewi, ia mengamati perlakukan mahasiswa ITN Malang kepada anak-anak disabilitas. Ia berharap, kegiatan ini bisa berjalan langgeng, tidak hanya berlangsung di event HDI saja. Mahasiswa ITN Malang juga bisa menularkan jiwa cinta sesama tersebut kepada mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Dengan begitu kaum disabilitas bisa dikenal dan diterima di semua lapisan masyarakat, dan menjadikan Kota Malang sebagai kota ramah kaum disabilitas.

Baca juga: Kenali Fungsi Teknik Geodesi, Anak-anak Disabilitas Warnai Peta Indonesia

“Saya melihat bagaimana mahasiswa ITN memperlakukan putra putri kami, melayani dengan hati, dan itu tidak mudah. Berusaha memahami putra putri kami yang memang terlahir dengan segala kekurangan dan keterbatasannya,” pungkas Dewi.

Kegiatan HDI ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh antara lain BPBD Kota Malang, Kementerian Sosial Jawa Timur, Dinas Sosial Kota Malang, Danramil, Kapolsek Blimbing, Yayasan Bhakti Luhur, dan Camat Blimbing. (Alifia Yesi Fanita-HMTI D-4/me-humas)

Baca juga: Yuk Jadi Pengusaha di Era Revolusi Industri 4.0

304 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini