Ade Putra Agus Kurniawan berhasil menjadi juara 1 Photography Competition yang diadakan oleh Black Event Project, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (15/12/12). (Foto: Istimewa)

Ade Putra Agus Kurniawan berhasil menjadi juara 1 Photography Competition yang diadakan oleh Black Event Project, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (15/12/19). (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID — Jepretan Ade Putra Agus Kurniawan, mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berhasil menjadi juara 1 dalam ajang Photography Competition yang diadakan oleh Black Event Project, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (15/12/19).

Mengambil judul “Manusia dan Alam”, jepretan spontan Ade memperlihatkan seorang pemuda yang berdiri dengan latar belakang Air Terjun Tumpak Sewu (Coban Sewu). Air terjun yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur ini memang terkenal akan keeksotisannya. Air Terjun ini memiliki ketinggian sekitar 120 meter dengan formasi unik, yaitu berupa aliran air yang melebar seperti tirai sehingga termasuk dalam tipe air terjun tiered.

“Sebenarnya ini foto spontan, saat saya diajak jalan seorang teman ke Tumpak Sewu. Saya lihat di sana bagus view-nya, jadi ya sebelumnya tidak terpikir untuk diikutkan lomba,” kata Ade saat ditemui di Ruang Humas ITN Malang, Selasa (17/12/19).

“Manusia dan Alam”, jepretan Ade Putra Agus Kurniawan memperlihatkan keeksotisan Air Terjun Tumpak Sewu (Coban Sewu).

“Manusia dan Alam”, jepretan Ade Putra Agus Kurniawan memperlihatkan keeksotisan Air Terjun Tumpak Sewu (Coban Sewu).

Foto Manusia dan Alam inipun sesuai dengan teman lomba yakni ‘Pesona Malang’. Tidak hanya berusaha mengeksplorasi keindahan Malang Raya saja, namun anggota UKM Format (Fotografi Mahasiswa Teknik) Kampus Biru ITN Malang tersebut juga menyelipkan pesan moral di dalam fotonya.

“Tumpak Sewu masih terawat, jadi kita harus ikut menjaganya. Jangan sampai karena wisata alam jadi rusak,” imbuh mahasiswa Teknik Informatika ini.

Baca juga: Menelisik Pesan Tersirat Lukisan Monokrom

Meski sekedar jalan-jalan, namun Ade tidak main-main dalam pengambilan foto. Berbekal kamera Mirrorless Ade berusaha membuat foto kreatif dengan teknik foreground. Alhasil, dengan teknik foreground yang tepat foto Tumpak Sewu lebih fokus dan mempunyai daya tarik tersendiri.

“Menurut saya kalau cuman polos kurang menarik. Jadi, saya buat blur di depan dan fokus di model dan air terjun, dengan memanfaatkan dedaunan sebagai obyek di depan atau sebagai bingkainya,” imbuh Ade.

Selain Tumpak Sewu, mahasiswa kelahiran Tulungagung tersebut juga mengirimkan foto Coban Pelangi di event yang sama. Sementara peserta lainnya mengangkat tentang Kota Malang, seperti Jodipan, Pasar Besar, Tugu Malang, serta Alun-alun Kota Malang.

Ade berharap keikutsertaannya kali pertama dan langsung menang ini bisa menjadi motivasi khususnya bagi Ade sendiri. “Saya senang bisa menang. Soalnya pernah ikut lomba foto di Tulungagung tapi belum lolos,” tutupnya. (Mita Erminasari/humas)

Baca juga: Keren ! Empat Mahasiswa Arsitektur ITN Malang Borong Juara Lomba Desain Gapura Kota Pasuruan

366 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini