Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT (dua dari kanan) melakukan penandatanganan kerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), di UMM

Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT (dua dari kanan) melakukan penandatanganan kerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), di UMM, Rabu (20/11/2019). (Foto: Istimewa)


 

Malang, ITN.AC.ID — Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (20/11/2019).

Kerjasama tersebut secara langsung ditandatangani oleh Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT dengan Kepala Perpusnas RI Drs. Muhammad Syarif Bando, MM. Total ada 72 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Jawa Timur yang melakukan penandatanganan. Acara spesial ini dihelat bertepatan dengan Workshop dan Seminar Musyawarah Daerah Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Timur.

Menurut rektor, melalui kerjasama tersebut ITN Malang punya jejaring lebih luas untuk layanan perpustakaan. Bisa saling mengakses informasi dan koleksi baik online maupun offline.

“Perpustakaan dan pustakawan ITN Malang juga harus mengikuti perkembangan bentuk-bentuk layanan yang lebih moderen. Sehingga mahasiswa lebih tertarik untuk datang ke perpustakaan. Walaupun sekarang ini mencari referensi sangat mudah lewat internet,” ujar Kustamar saat ditemui di ruangannya, Kamis, (21/11/2019).

 

Ketua Perpustakaan ITN Malang Dortauli Situmeang, S.Sos., saat ditemui di kampus 1 ITN Malang. (Foto: Istimewa)

Ketua Perpustakaan ITN Malang Dortauli Situmeang, S.Sos., saat ditemui di kampus 1 ITN Malang. (Foto: Istimewa)

 

Masih menurut rektor, informasi perpustakaan berbasis online di ITN Malang sudah ada. Namun, sayangnya masih banyak yang belum tahu kalau perpustakaan sudah mengakses ke jurnal berkualitas yang dibuka untuk umum. “Jurnal berkualitas banyak yang sifatnya berlangganan, jadi kalau tidak melalui perpustakaan mahasiswa akan kesulitan,” imbuhnya.

Sementara itu dikatakan oleh Ketua Perpustakaan ITN Malang Dortauli Situmeang, S.Sos., MoU bersama ini menguntungkan bagi masing-masing perguruan tinggi. Dimana mahasiswa bisa mencari informasi antar perpustakaan dalam lingkup perguruan tinggi anggota FPPTI Jawa Timur.

Baca juga: Repository, Portal Perpustakaan ITN Malang Sebarkan Informasi

“Perpustakaan antar perguruan tinggi juga bisa tukar menukar informasi atau istilahnya silang layang. Mahasiswa yang tidak punya koleksi di perpustakaan, kampusnya bisa menggunakan kartu “Super” (Sarana untuk ke Perpustakaan) kampus lain,” kata Dorta akrab disapa.

Namun, mahasiswa untuk mendapatkan kartu Super tidak bisa serta merta, prosedur tetap dijalankan. Menurut Dorta, selama buku yang dibutuhkan sudah tersediah di kampus maka tidak perlu ke kampus lain. Baru kalau memang tidak tersedia bisa difasilitasi ke kampus lain.

“Untuk mengakses online ke perpustakaan nasional, mahasiswa akan diberi password. Harapannya lebih banyak lagi reset-riset yang akan dibagikan ke kami (perpus). Karena disana banyak jurnal internasional, kalau banyak yang free maka akan menguntungkan,” imbuhnya.

Dorta kemudian mengutip sambutan Kepala Perpusnas RI Muhammad Syarif Bando. Syarif mengajak pustakawan memaksimalkan akses dan kesempatan yang ada. Karena belum banyak prodi yang mengajarkan dan mengatur koleksi menjadi knowledge apalagi transfer knowledge.

“Kata Pak Syarif, literasi jangan dipersempit seputar textbook, tetapi bagaimana barang dan jasa diakui oleh dunia,” tandas Dorta. (mer/humas)

Baca juga: Totalitas Kerjasama ITN Malang Dampingi Pemkab Ende Sampai Pusat

72 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini