Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Suban Wahyudiono, ST,MM, memberikan Kuliah Umum Tantangan Menghadapi Bencana di Provinsi Jawa Timur di Masa yang akan Datang, di aula kampus 1 ITN Malang, Senin (18/11/19). (Foto: Yanuar/humas)

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Suban Wahyudiono, ST,MM, memberikan Kuliah Umum Tantangan Menghadapi Bencana di Provinsi Jawa Timur di Masa yang akan Datang, di aula kampus 1 ITN Malang, Senin (18/11/19). (Foto: Yanuar/humas)


 

Malang, ITN.AC.ID — Banyaknya potensi bencana di Provinsi Jawa Timur disikapi oleh Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dengan memberikan pengetahuan kebencanaan kepada para mahasiswa. Tidak tanggung-tanggung Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Kampus Biru ini mengundang langsung Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Jawa Timur, Suban Wahyudiono, ST,MM, Senin (18/11/19).

Menurut Suban, Provinsi Jawa Timur memiliki potensi terjadi bencana. Bahkan hasil kajian dari tahun 2016 Jatim mempunyai 12 ancaman bencana. 11 bencana alam dan satu non alam yakni kegagalan teknologi, seperti ancaman likuefaksi yang pernah terjadi di Surabaya. Luasnya potensi bencana tersebut tidak bisa ditangani secara responsif namun perlu tindakan preventif.

“Penyelenggaraan penanggulangan bencana sekarang ini sudah mengalami perubahan paradikma. Dari yang sebelumnya responsif menjadi preventif (pencegahan). Karena orang yang selamat dari bencana 35 persen dari kemampuan diri sendiri dalam menghadapi bencana. Bagaimana cara dia menyelamatkan diri, itu yang kami kembangkan,” terang Suban saat memberi Kuliah Umum Tantangan Menghadapi Bencana di Provinsi Jawa Timur di Masa yang akan Datang, di aula kampus 1 ITN Malang.

 

Suban Wahyudiono, ST,MM, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur mengapresiasi Kuliah Umum Kebencanaan di Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)

Suban Wahyudiono, ST,MM, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur mengapresiasi Kuliah Umum Kebencanaan di Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)

 

Pengembangan ke arah preventif sudah dilakukan oleh BPBD Jawa Timur. Suban mencontohkan BPBD sudah melakukan pembentukan desa tangguh bencana serta keterlibatan mahasiswa dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Untuk KKN Tematik BPBD bekerjasama dengan universitas sehingga mahasiswa yang akan melakukan KKN bisa di arahkan ke desa-desa atau wilayah yang rawan potensi bencana.

“Harapannya seperti ITN Malang, nanti kalau ada KKN (bakti desa) bisa di arahkan ke desa-desa yang rawan potensi bencana. Sehingga bisa memberi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang kebencanaan. Saya sangat senang sekali acara seperti ini (kuliah umum) pengenalan tentang bencana,” katanya.

Baca juga: Pasca Gempa Bumi, Pemkab Lombok Tengah Butuh Kerjasama dengan PWK ITN Malang

Di Provinsi Jawa Timur sendiri memiliki total 8.501 desa dan kelurahan, dimana 2.742 desa dan kelurahan rawan bencana. Sementara pemerintah baru mengentaskan 612 desa tangguh. Suban berharap dengan kerjasama antara pemerintah daerah, BPBD kabupaten dan kota, maka 2.742 desa dan keluaran segera bisa menjadi desa tanggung bencana.

Suban menambahkan, BPBD telah melakukan pemetaan daerah yang memiliki bencana. Daerah diukur berdasarkan indeks resiko bencana serta indeks ketahanan daerah tersebut dalam upaya menanggulangi bencana. Dari situ maka akan diperoleh upaya preventif untuk direkomendasikan bagi daerah tersebut.

“Kita tidak tahu kapan bencana terjadi, tapi kita bisa berencana bagaimana cara menanggulanginya. BPBD bisa menyampaikan potensi bencana tapi tidak boleh menyampaikan prediksi, karena nanti akan berpotensi hoax,” tandas Suban. (me/humas)

Baca juga: Mahasiswa ITN Malang Ikut Saber Pungli Nyemplung Kali

124 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini