Sudiro, ST.MT dosen ITN Malang (paling kiri) beserta Wali Kota Malang Drs. H Sutiaji (tiga dari kiri) saat pembukaan kegiatan Kemitraan dan Kerjasama Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Kampung Bersinar 2019, di Hotel Savana Malang, Selasa (29/10/19). (Foto: Istimewa)

Sudiro, ST.MT dosen ITN Malang (paling kiri) beserta Wali Kota Malang Drs. H Sutiaji (tiga dari kiri) saat pembukaan kegiatan Kemitraan dan Kerjasama Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Kampung Bersinar 2019, di Hotel Savana Malang, Selasa (29/10/19). (Foto: Istimewa)


 

MALANG, ITN.AC.ID, — Lomba Kampung Bersinar menjadi jalan tergalinya potensi Kota Malang. Hasil observasi potensi masing-masing RW peserta lomba diungkapkan oleh koordinator tim penilai, Sudiro, ST.MT dalam kegiatan Kemitraan dan Kerjasama Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Kampung Bersinar 2019, di Hotel Savana Malang, Selasa (29/10/19).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang ini turut mengundang 50 RW peserta Lomba Kampung Bersinar, kelurahan dan camat, serta perguruan tinggi, dan perusahaan.

Sebagai koordinator juri, dosen Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Sudiro menyatakan hasil didasarkan dari rangkaian kegiatan penjurian Kampung Bersinar. Dengan mengidentifikasi dan mendata potensi yang ada di RW peserta lomba.

 

Sudiro, ST.MT dosen ITN Malang menjadi pemantik dan mengungkapkan hasil observasi potensi masing-masing RW peserta Lomba Kampung Bersinar Kota Malang. (Foto: Istimewa)

Sudiro, ST.MT dosen ITN Malang menjadi pemantik dan mengungkapkan hasil observasi potensi masing-masing RW peserta Lomba Kampung Bersinar Kota Malang. (Foto: Istimewa)

 

“Jadi, kemarin di acara DLH Kota Malang saya menyampaikan hasil observasi Lomba Kampung Bersinar. Dari observasi tersebut tergali potensi yang bisa dikembangkan terkait pembentukan kampung tematik dan pengembangan linkungan berkelanjutan,” terang Sudiro saat ditemui di Ruang Humas ITN Malang, Rabu (30/10/19).

Menurut dosen sekaligus Kaprodi Teknik Lingkungan ITN Malang ini, banyak potensi RW yang bisa dikembangkan. Sebut saja Kampung Organik di RW 06 Balearjosari. “Di Balearjosari, potensi dan kreatifitas masyarakatnya luar biasa dengan memanfaatkan lahan sempit untuk menanam sayuran. Pupuknya mengunakan kompos yang juga dibuat di lokasi tersebut,” jabar Sudiro.

Ada juga di Kelurahan Merjosari, Kampung Konservasi Air dan pertanian urban farming perkotaan di RW 11. Sedangkan di RW 09 ada Kampung Asri dengan tetumbuhan sehingga iklim semakin baik.

“Hampir 70 persen (kampung) memang kami temukan mereka perhatian kepada urban farming. Meskipun sama, tapi kami harap mereka punya ciri sendiri-sendiri, jangan sama tanamannya. Sehingga bisa menjadi keunikan dan menumbuhkan potensi lagi,” lanjut Sudiro.

Baca juga: DLH Kota Malang Tunjuk ITN Malang jadi Koordinator Juri Kampung Bersinar

Dengan terbukanya potensi kampung di Kota Malang tersebut, maka diharapkan ada sinergitas dan kerjasama antara kampung dan stekeholder seperti perguruan tinggi dan perusahaan.

“Harapannya dalam pengembangan kampung tematik ada kerjasama dengan perguruan tinggi dan perusahaan. Ini akan menjadi percontohan RW yang akan dikembangkan di Kota Malang,” pungkas Sudiro, berharap Teknik Lingkungan ITN Malang bisa mengambil peranan lebih lanjut terhadap pengembangan kampung tematik khususnya mengenai lingkungan.

Kegiatan inipun dihadiri dan dibuka oleh Wali Kota Malang, Drs. H Sutiaji, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Hj. Widayati Sutiaji, serta turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Dra. Rinawati, MM. (me/humas)

Baca juga: Mahasiswa Teknik Lingkungan ITN Malang Ajak Warga Kelola Sampah

383 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini