Ir. Iwayan Pager, pengarah dan pembina Pura Astawinayaka ITN Malang saat memberi keterangan kepada awak media, Senin (28/10/19). (Foto: Yanuar/humas)

Ir. Iwayan Pager, pengarah dan pembina Pura Astawinayaka ITN Malang saat memberi keterangan kepada awak media, Senin (28/10/19). (Foto: Yanuar/humas)


 

MALANG, ITN.AC.ID — Pembangunan Pura Astawinayaka melibatkan peran serta alumni Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dan dukungan Yayasan Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi (P2PUTN). Meski baru sampai pada tahap ketiga dari lima tahap pembangunan, namun pura di Kampus 2 ini sudah bisa digunakan untuk beribadah.

“Kami sebagai alumni sangat bangga karena ITN merupakan satu-satunya kampus di Malang yang mewujudkan keseragaman dengan tempat ibadah. Di sini tidak ada perbedaan antar agama,” kata Ir. Iwayan Pager, pengarah dan pembina Pura Astawinayaka.

Baca juga: Digelar di Kampus II ITN Malang, Perayaan Dharma Shanti Nyepi diawali Peletakan Batu Pertama Pura

Menurut alumnus Teknik Mesin angkatan 1981 ini, Pura Astawinayaka akan melalui lima tahap pembangunan pura. Saat ini sudah melalui 3 tahapan, pertama yakni nyukat karang (mengukur tempat suci), mulang dasar (memasang batu pertama), pemelaspasan (pensucian) yang sekarang ini digelar, Senin (28/10/19).

“Setelah bangunan suci terwujud, meskipun baru 30 persen, dilakukan pemelaspasan seperti sekarang ini. Memisahkan kotoran, pembersihan awal sehingga pura bisa digunakan. Ini baru sepertiganya. Nanti dilanjutkan dengan pembersihan secara total (maresik) dan ngenteg linggih,” jelasnya. (mer/humas)

Baca juga: Rayakan Tahun Baru Islam, Mahasiswa ITN Malang Kunjungi Panti Asuhan di Karangploso Malang

183 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini