Sanny Andjar Sari, ST.MT, Kajur Prodi Teknik Industri Manufaktur D-4 (dua dari kanan) bersama pemateri dan mahasiswa, di kampus 2 ITN Malang, Sabtu (26/10/19). Sabtu (26/10/19).

Sanny Andjar Sari, ST.MT, Kajur Prodi Teknik Industri Manufaktur D-4 (dua dari kanan) bersama pemateri dan mahasiswa, di kampus 2 ITN Malang, Sabtu (26/10/19). Sabtu (26/10/19).


 

Malang, ITN.AC.ID – Era Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan yang cukup siknifikan dalam dunia industri. Sistem otomatisasi telah diterapkan di berbagai bidang dengan mengganti tenaga kerja konvensional dengan mesin atau tenaga robot. Hal ini menyebabkan tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. Namun, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Manufaktur Prodi Sarjana Terapan, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang punya solusinya. Salah satu cara terbaik dalam mengatasi pengangguran dan kompetisi di era Revolusi Industri 4.0 yakni dengan menjadi seorang entrepreneur.

 

Mahasiswa ITN Malang serius menyimak paparan materi dari Aloysius Hariatmoko, Factory Manager PT Indolakto Pandaan. Sabtu (26/10/19).

Mahasiswa ITN Malang serius menyimak paparan materi dari Aloysius Hariatmoko, Factory Manager PT Indolakto Pandaan. Sabtu (26/10/19).

 

Aloysius Hariatmoko, Factory Manager PT Indolakto Pandaan mengatakan, untuk menjadi entrepreneur kuncinya tidak boleh ragu. “Jangan takut jika anda akan mulai melangkah menuju hal baru (menjadi seorang entrepreneur). Jika sudah memutuskan mulai melangkah jangan takut jatuh. Karena anda bisa memilih ingin jatuh seperti apa. Keputusan ada ditangan anda masing-masing,” katanya saat mengisi kuliah tamu bertajuk “Developing Entrepreneurship Towards Industrial Revolution 4.0” di Ruang Amphi Teknik Mesin, Sabtu (26/10/19).

Baca juga: Dosen ITN Malang Bantu Olah Minuman Sari Buah Markisa agar Tahan Lama

Sementara itu Fitrah Aulia Madjid, Amd, Owner Aulia Mas Kawin mengatakan, untuk memulai usaha jangan terlalu pilih-pilih. Perhitungan itu perlu, namun kita juga perlu paham peluang apa yang ada di depan.

“Yang ada di depan mata kita, ya itu yang kita ambil. Mengenai berhasil atau tidaknya urusan belakang. Yang penting kita sudah berusaha, dan bila ada kesalahan kita tahu apa kesalahannya. Kalau kita tidak mencoba mana kita tahu usaha bisa berhasil atau tidak,” tanggap alumnus Teknik Industri D-3 ITN Malang ini. (Alifia Yesi Fanita, HMTI D-4/me/humas)

Baca juga: PT Indolakto Pandaan Support Prodi Sarjana Terapan ITN Malang dengan Experiencing Process

36 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini