Bupati Malang Drs. HM Sanusi, MM saat memberikan sambutan pada pembukaan Monumental Gate ITN Malang, Kamis (17/10/19). (Foto: Yanuar/humas)

Bupati Malang Drs. HM Sanusi, MM saat memberikan sambutan pada pembukaan Monumental Gate ITN Malang, Kamis (17/10/19). (Foto: Yanuar/humas)


 

Malang sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur menjadi wacana saat peresmian Monumental Gate Kampus 2 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof.Dr.Ir. Suprapto, DEA., Kamis (17/10/19).

“Kota Malang akan seperti sejarahnya ibu kota yang akan pindah ke Kaltim. Kelihatannya ibu kota provinsi (Jatim) yang di Surabaya akan pindah juga ke Malang,” katanya.

Alasan Suprapto mengatakan demikian karena sudah ada kajian akademik mengenai hal tersebut. “Alasannya, perguruan tinggi di Surabaya memang jumlahnya lebih banyak dari pada Malang, tapi hanya beda lima perguruan tinggi. Berarti beberapa tahun lagi Kota Malang akan menyaingi Surabaya. Itu kajian akademik sudah belasan tahun,” ungkapnya.

Alasan kedua, jumlah mahasiswa di Malang lebih banyak dari pada di Surabaya. Geliat dinamika perekonomian akan meningkat di Kota Malang pada tahun-tahun mendatang.

 

Koordinator LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof.Dr.Ir. Suprapto, DEA., (kiri) didampingi Rektor ITN Malang sedang melayani pertanyaan awak media, di gedung Monumetal Gate ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)

Koordinator LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof.Dr.Ir. Suprapto, DEA., (kiri) didampingi Rektor ITN Malang sedang melayani pertanyaan awak media, di gedung Monumetal Gate ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)

 

“Alasan ketiga, ini sifatnya sangat pribadi dan tidak ada kajian akademisnya. Yaitu, doa saya. Saya mendoakan itu (pindah ibu kota provinsi),” imbuh Suprapto.

Sedangkan alasan ke keempat, sudah ada perguruan tinggi yang mengalahkan perguruan tinggi di Surabaya. “Khusus ITN, kalau dilihat dari data statistik perguruan tinggi di Jatim ada 326. Untuk institut ada 14 perguruan tinggi, dan ITN Malang posisinya nomor satu terus. Sedangkan diantara 326, rangking ITN ada diurutan ke-11. Ini termasuk bagus,” katanya.

Surapto juga berharap dengan adanya Monumental Gate ITN Malang, maka kedepannya akan bermunculan monumen-monumen lain sebagai simbol pendidikan.

Sedang Bupati Malang Drs. HM Sanusi, MM menyatakan, apa yang disampaikan Suprapto tersebut pernah pula ia dengar. Kali pertama saat rakor bersama Gubernur Jawa Timur dan wali kota serta bupati beberapa waktu lalu.

“Ini kedua kali saya dengar setelah dari ibu gubernur. Kalau memang itu benar (pindah ibu kota provinsi) saya senang sekali. Apa lagi kalau posisinya di Kabupaten Malang,” ujar Sanusi.

Baca juga: Keren! Klasterisari Perguruan Tinggi Indonesia ITN Malang Berada di Posisi 56, kedepan Rektor Targetkan Naik 50 Besar

Prediksi ini melihat potensi Kabupaten Malang dimana berbagai fasilitas pusat sudah dimiliki oleh Kabupaten Malang. Apalagi Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Singosari sudah diresmikan. Bromo Tengger Semeru masuk 10 besar destinasi di Indonesia juga sedang menunggu peresmian presiden.

“Kalau pindah ke Kabupaten Malang memang memungkinkan, lahannya mendukung. Malang juga memiliki bandara, serta akses jalan tol sudah sampai ke Kepanjen, Kabupaten Malang (menunggu peresmian),” tambah Sanusi.

Beberapa waktu yang lalu antara Pemkab Malang, Kota Malang, dan Kota Batu juga sudah sepakat bersinergi. “Alhamdulillah kami bertiga sudah ada kesepakatan. Kami akan membuat terminal pariwisata di Kabupaten Malang. Exit tol Pakis langsung masuk terminal pariwisata di Kecamatan Tumpang. Untuk ke Kota Batu, nanti wisatawan bisa menaiki moda transportasi lain,” papar Sanusi. (mer/humas)

Baca juga: Dirjen Kemenristek Dikti Apresiasi Pembangunan Sarana Ibadah di ITN Malang

23 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini