Koordinator LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr.Ir. Soeprapto, DEA (memberikan materi) didampingi Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT (duduk), di kampus 1 ITN Malang, Kamis (03/10/19). (Foto: Yanuar/humas)

Koordinator LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr.Ir. Soeprapto, DEA (memberikan materi) didampingi Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT (duduk), di kampus 1 ITN Malang, Kamis (03/10/19). (Foto: Yanuar/humas)


 

Fasilitas teknologi berbasis online terus dikembangkan dan dimaksimalkan penggunaannya dalam akreditasi perguruan tinggi. Hal ini diberlakukan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur dengan menggunakan aplikasi Misheqa (Management Information System for Higher Education Quality Assurance). Dengan aplikasi Misheqa LLDIKTI akan memonitoring perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu dan kualitas. Harapannya tidak ada lagi alasan bagi perguruan tinggi enggan melaporkan data-datanya.

Untuk itu digelarlah bimtek ‘Bimbingan Teknis Aplikasi MISHEQA’ oleh LLDIKTI bagi 326 PTS di Jawa Timur, yang dibagi empat wilayah. Wilayah III sebagai host adalah Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang bertempat di aula kampus 1 ITN Malang, Jalan Bendungan Sigura-gura No2, Kota Malang, Kamis (03/10/19).

“Dalam peningkatan mutu, LLDIKTI butuh data pelaksanaan mutu di masing-masing perguruan tinggi. Sementara perguruan tinggi yang melapor masih sedikit, maka kami paksa dengan aplikasi Misheqa, agar mereka memasukkan data-datanya. Dengan begitu LLDIKTI memiliki gambaran perguruan tinggi sudah melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) atau belum,” jelas Koordinator LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Soeprapto DEA.

Menurut Prof Soeprapto, dari kegiatan bimtek di dua wilayah lain kenyataannya ada PTS yang tidak punya SPMI, tapi melaksanakan. Dan ada yang punya SPMI, tapi tidak melaksanakan. “Lewat aplikasi Misheqa akan diketahui perguruan tinggi mana yang masih terdapat kekurangan. Bahkan ada yang sama sekali belum melaksanakan (SPMI), sehingga akreditasinya jelek. Ada juga yang sudah bagus tapi sayangnya kurang serius,” imbuh Prof Soeprapto, yang baru saja meraih juara I Academic Leader dari Kemenristekdikti.

 

LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur adakan ‘Bimbingan Teknis Aplikasi Misheqa’ di ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)

LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur adakan ‘Bimbingan Teknis Aplikasi Misheqa’ di ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)

 

Aplikasi Misheqa merupakan unggulan LLDIKTI Wilayah VII Jatim yang akan mulai dilaksanakan akhir tahun 2019. Melalui aplikasi ini LLDIKTI bisa memprogramkan secara tepat bagi perguruan tinggi tersebut. “Misheqa unggulan di Jatim bagaimana melihat mutu perguruan tinggi, dan hanya dimiliki oleh LLDIKTI Jawa Timur, khusus untuk PTS saja,” katanya.

Sementara itu Kampus Biru ITN Malang sudah rutin melaksanakan SPMI. Apalagi dengan diraihnya akreditasi A oleh tiga prodi, yakni Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan PWK, maka evaluasi selalu dilakukan oleh ITN Malang tanpa menunggu habisnya akreditasi. Dengan adanya Aplikasi Misheqa Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT menyatakan ITN Malang bisa lebih konsisten lagi.

 

Baca juga: Sekretaris LLDIKTI Wilayah VII Jatim Sarankan Perguruan Tinggi Buka Kuliah Daring

Baca juga: Ketua LLDIKTI Wilayah VII: ITN Malang Harus Bisa Kalahkan Perguruan Tinggi Negeri

 

“Kebijakan pemerintah melalui BAN PT evaluasinya dilakukan setiap saat. Makanya setiap PT harus siap. Kalau tidak, maka (akreditasi) bisa diturunkan sewaktu-waktu bila tidak sesuai standart. Mari kita sama-sama sebagai perguruan tinggi swasta untuk meningkatkan dan mengontrol kualitas secara online agar tidak ketinggalan pada kebijakan pemerintah,” ajak Kustamar. (mer/humas)

22 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini