Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT menerima sertifikat dari Dra. Tiomega Gultom, Kepala Subdirektorat Penyelarasan Kebutuhan Kerja, Direktorat Kemahasiswaan (Belmawa) Ristekdikti, Rabu (24/9/19). (Foto: Yanuar/humas)

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT menerima sertifikat dari Dra. Tiomega Gultom, Kepala Subdirektorat Penyelarasan Kebutuhan Kerja, Direktorat Kemahasiswaan (Belmawa) Ristekdikti, Rabu (24/9/19). (Foto: Yanuar/humas)


 

Penyerapan sumber daya manusia khususnya lulusan perguruan tinggi di dunia kerja turut diwadahi oleh Kemenristekdikti. Hal ini dibuktikan dengan adanya program Sistem Informasi Pendidikan dan Dunia Kerja atau lebih dikenal dengan Sindikker. Menurut Dra. Tiomega Gultom, Kepala Subdirektorat Penyelarasan Kebutuhan Kerja, Direktorat Kemahasiswaan (Belmawa) Ristekdikti, program ini memerlukan adanya sinergi antara Kemenristekdikti dengan dunia usaha dan industri.

“Kami memperkenalkan sistem informasi ke kalangan dunia usaha dan industri. Sindikker diharapkan menjadi bursa kerja secara online,” ujar Tiomega saat menjadi pembicara pada Workshop Sindikker Terkait Dunia Kerja dan Dunia Industri di kampus 1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Rabu (24/9/19).

Menurut Tiomega, Sindikker sudah lama diluncurkan, namun dalam prakteknya masih ada hambatan-hambatan dalam pengumpulan data. Dengan adanya workshop dan praktek langsung dengan dunia usaha dan industri, harapannya bisa menampung pencari kerja dan pemberi lowongan pekerjaan.

“Kami sudah mempunyai nota kesepahaman (dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perindustrian). Sudah ada ‘web service’ bersama, beberapa data juga sudah saling link (tersambung),” imbuhnya.

Data yang dimaksud adalah data pemberi lowongan kerja dan data pencari kerja yang sudah masuk di website ayokitakerja.kemnaker. “Sudah sama-sama nge-link antara apa yang dibutuhkan dan data pencari kerja. Harapannya kita punya bursa kerja online nasional,” tegasnya dihadapan anggota workshop yang terdiri dari pihak perusahaan dan industri.

 

Sindikker diharapkan menjadi bursa kerja secara online, sehingga bisa menampung pencari kerja dan pemberi lowongan pekerjaan. (Foto: Yanuar/humas)

Sindikker diharapkan menjadi bursa kerja secara online, sehingga bisa menampung pencari kerja dan pemberi lowongan pekerjaan. (Foto: Yanuar/humas)

 

Kegiatan workshop Sindikker ini memang diadakan di hari yang sama dengan kegiatan Job Fair ITN Malang. Sehingga pihak usaha dan industri bisa ikut dan menjadi peserta pada workshop Sindikker. Workshop Sindikker disambut positif oleh Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT. Menurutnya, selama ini serapan kerja lulusan ITN Malang sudah bagus. Namun masih ada kekurangan, yakni ITN Malang belum bisa sepenuhnya memonitoring prosentase lulusan yang sudah bekerja.

“Dengan sistem Sindikker harapannya lulusan ITN Malang bisa terangkat semuanya (terekrut). Kalau itu terjadi (terwadahi semua) ITN akan menjadi perguruan tinggi favorit yang dicari mahasiswa baru,” kata rektor. (me/humas)