Lebih dari 1000 lowongan kerja dihadirkan di Job Fair atau Bursa Kerja 2019 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Rabu-Kamis (24-25/9/19). (Foto: Yanuar/humas)

Lebih dari 1000 lowongan kerja dihadirkan di Job Fair atau Bursa Kerja 2019 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Rabu-Kamis (24-25/9/19). (Foto: Yanuar/humas)


 

Ada 1000 lebih lowongan kerja dihadirkan di Job Fair atau Bursa Kerja 2019 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Selama dua hari Rabu-Kamis (24-25/9/19) sebanyak 51 perusahaan lokal, nasional, multinasional sampai BUMN membuka stand job fair di aula kampus 1 ITN Malang. Antusiasme pengunjung terlihat dari sabarnya mereka menunggu sebelum area job fair dibuka secara langsung oleh Rektor ITN Malang dan Dra. Tiomega Gultom, Kepala Subdirektorat Penyelarasan Kebutuhan Kerja, Direktorat Kemahasiswaan (Belmawa) Ristekdikti.

Dalam sambutannya Dra. Tiomega Gultom mengatakan, penyelenggaraan job fair di ITN Malang akan membantu mengentaskan pengangguran di wilayah Malang. Selain itu job fair juga akan mempermudah komunikasi antara penyedia kerja dan alumni perguruan tinggi.

“Kami dari Ristekdikti juga menyediakan Sindikker (Sistem Informasi Pendidikan dan Dunia Kerja), diharapkan perusahaan bisa bergabung. Di Sindiker bisa terbaca antara penyedia lowongan kerja dan alumni perguruan tinggi. Sehingga pemerintah bisa mengukur apakah alumni terserap selaras dengan pekerjaannya atau horisontal. Paling tidak pendidikan lulusan seharusnya sesuai yang digelutinya,” terang Tiomega, Rabu (24/9/19).

Sementara itu Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT berharap dua kebutuhan pencari kerja dan pihak yang membutuhkan tenaga kerja terwadahi dalam satu event job fair. “Perusahaan yang mengikuti job fair silahkan mengikuti workshop Sindikker, karena sistem online tidak bisa kita hindarkan. Tujuannya agar perekrutan tenaga kerja bisa lebih efektif dan efisien,” ujar Kustamar.

 

Pengguntingan pita tanda pembukaan job fair oleh Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT. (Foto: Yanuar/humas)

Pengguntingan pita tanda pembukaan job fair oleh Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT. (Foto: Yanuar/humas)

 

Banyaknya alumni ITN Malang yang terserap di dunia kerja juga mempengaruhi dalam peningkatan akreditasi tiap fakultas di ITN Malang. Hal ini disampaikan oleh koordinator job fair, Drs. Sumanto, Msi. Selain tujuannya utama job fair untuk membantu alumni agar mendapatkan pekerjaan, imbasnya juga akan mempengaruhi akreditasi.

“Kemarin akreditasi instrumennya hanya tujuh, sekarang sudah sembilan. Salah satu penilaiannya adalah ‘outcome’, seberapa banyak alumni ITN terserap di dunia kerja,” kata dosen sekaligus Wakil Dekan III Fakultas Teknik Industri (FTI) ITN Malang ini. (me/humas)