Kali kedua Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya berkunjung ke ITN Malang, Senin (23/9/19). (Foto: Yanuar/humas)

Kali kedua Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya berkunjung ke ITN Malang, Senin (23/9/19). (Foto: Yanuar/humas)


 

Kenaikan peringkat Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dari 79 menjadi 56 pada klasterisari perguruan tinggi non vokasi tahun 2019 sudah diprediksi sebelumnya oleh Rektor Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya. Klasterisari tersebut diumumkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia pada bulan Agustus yang lalu.

“Saya sudah menduga ITN Malang akan masuk peringkat ke-56. Setelah standar Dikti terkait output dan outcome diubah, pasti ITN akan naik peringkatnya. Saya sudah memprediksi itu,” ujar Dr. Arasy Alimudin, SE,MM Rektor Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya, ketika melakukan studi banding ke kampus 1 ITN Malang, Senin (23/9/19).

Selain pemeringkatan perguruan tinggi, alasan Narotama menjalin kerjasama dengan Kampus Biru tak lain adalah karakteristik ITN Malang. Kultur budaya yang berkembang di ITN Malang, baik budaya kerja maupun keberagaman yang diberi ruang untuk berkembang.

“Kalau tempat lain strategi-strateginya yang saya pelajari dan ambil. Tapi kalau karakteristik dan kultur budaya saya mesti belajar ke ITN Malang,” tukasnya.

Rektor kelahiran Surabaya ini ingin belajar tentang ITN Malang, tidak hanya mendengar tetapi juga melihat dan membuktikan. Menurut Arasy, ITN Malang berhasil melakukan pembinaan proses pembelajaran. Jadi saat mahasiswa siap magang, proses magangnya menjadi bagus. Hal itu berdampak pada daya serap lulusan. UNNAR juga akan belajar tentang tracer study ITN Malang.

“Pembelajaran berbasis riset ITN juga sudah masuk cluster utama, dua tingkat di atas kami (Narotama). Kami ingin tahu bagaimana mengelola SDM untuk pengembangan riset tersebut,” imbuh Arasy.

 

Awan Uji Krismanto, ST,MT,Ph.D Kepala LPPM ITN Malang (paling kanan) menjelaskan seputar manajemen LPPM kepada tim Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya. (Foto: Yanuar/humas)

Awan Uji Krismanto, ST,MT,Ph.D Kepala LPPM ITN Malang (paling kanan) menjelaskan seputar manajemen LPPM kepada tim Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya. (Foto: Yanuar/humas)

 

Keinginan Narotama tersebut ditanggapi oleh Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT. Menurutnya saling belajar merupakan proses untuk bersinergi agar lebih baik lagi bagi kedua belah pihak. Untuk itu ITN Malang akan memfasilitasi keinginan UNNAR untuk belajar berbagai hal.

“Dengan kita bersinergi saya berharap akan lebih baik lagi perkembangan dua institusi ke depannya (ITN Malang dan UNNAR). Maka, untuk kegiatan hari ini akan kami bagi menjadi tiga kelompok. Kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, tracer study dan penjelasan alumni, serta pembelajaran berbasis laboratorium,” sambut Kustamar. (me/humas)