Kaprodi Teknik Sipil, Ir. I Wayan Mundra, MT Sedang Berbicara di Family Gathering didampingi Rektor ITN Malang, Dr.Ir Kustamar, MT (berbatik biru), Sabtu (14/9/19). (Foto: Yanuar/humas)

Kaprodi Teknik Sipil, Ir. I Wayan Mundra, MT Sedang Berbicara di Family Gathering didampingi Rektor ITN Malang, Dr.Ir Kustamar, MT (berbatik biru), Sabtu (14/9/19). (Foto: Yanuar/humas)


 

Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang merupakan salah satu program studi favorit mahasiswa baru. Tahun akademik 2019/2020 Teknik Sipil menerima 206 maba dari berbagai daerah. Menurut Kaprodi Teknik Sipil, Ir. I Wayan Mundra, MT memilih jurusan Teknik Sipil ITN Malang merupakan pilihan yang tepat.

“Kami membaca peluang empat tahun ke depan. Dikala mahasiswa merampungkan studi, pelung untuk terserap di dunia kerja terbuka lebar. Jadi, orang tua tidak salah pilih mengijinkan putra putrinya kuliah di Teknik Sipil,” ujar Mundra biasa disapa saat memberikan password Siakad (Sistem Informasi Akademik) kepada orang tua maba di acara family gathering di Ruang Hidrolika Kampus I ITN Malang, Sabtu (14/9/19).

Mundra juga mengajak orang tua untuk bersama-sama memonitoring putra-putrinya saat kuliah di Kampus Biru. Dengan password Siakad orang tua bisa memonitoring secara langsung perkembangan akademik putranya. Pasalnya di dalam Siakad terdapat informasi mengenai pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), nilai, jadwal kuliah dan berbagai informasi lainnya.

“Kami akan membagikan password Siakad. Nanti, bapak ibu bisa memonitor kemajuan akademik putra putrinya. Karena selama ini ada kasus anak tidak pernah minta uang, tidak pernah kerja praktek, tidak skripsi. Setelah orang tuanya mengecek ke kampus ternyata anaknya banyak tertinggal (perkuliahan),” ceritanya.

Kaprodi asal Bali ini juga menyayangkan jika mahasiswa tidak memprogram KRS maka statusnya sebagai mahasiswa tidak aktif, sedangkan mahasiswa tersebut tidak mengajukan cuti. Menurut Mundra kejadian seperti itu yang akan menyulitkan secara administrasi. “Mohon kami dibantu untuk memonitor putra putri. Kami bertanggung jawab melaporkan ke orang tua, untuk itulah tujuan password Siakad ini diberikan. Kami juga siap ditemui dan di telepon bila orang tua memerlukan bantuan,” imbuhnya.

Sementara itu sebagai dosen Teknik Sipil, Dr.Ir. Kustamar, MT yang sekaligus Rektor ITN Malang juga hadir pada family gathering. Kustamar juga ikut mengajak orang tua untuk mengontrol anak-anak mereka. “Jangan begitu saja melepas putra putri anda meksipun mereka sudah mahasiswa. Peluang pergaulan bebas terbuka lebar di kota besar seperti Malang. Mudah-mudahan dosen dan orang tua siswa saling mengontrol, agar anak-anak bisa lulus tepat waktu,” katanya.

 

Orang Tua dan Wali Mahasiswa Baru Mengikuti Family Gathering di Teknik Sipil ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)

Orang Tua dan Wali Mahasiswa Baru Mengikuti Family Gathering di Teknik Sipil ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)

 

Untuk itulah berbagai kegiatan kampus bisa diikuti oleh mahasiswa di luar kegiatan akademik, misalnya kegiatan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Mahasiswa sangat bagus kalau ilmunya lengkap. Namun, tidak hanya pintar secara akademik saja tapi juga sikap dan sopan santun. Jadi, anda tidak perlu khawatir kalau anak-anak mengikuti kegiatan kampus,” imbuh rektor.

Informasi-informasi yang didapat di family gathering dianggap bermanfaat oleh Nur Indah Fitriani salah satu orang tua mahasiswa Teknik Sipil. Orang tua yang berasal dari Blitar ini bangga anaknya bisa diterima di ITN Malang. Menurutnya setelah lulus SMA, tanpa pikir panjang putrinya yang bernama Alia Faza Shatrina langsung menjatuhkan pilihannya kuliah di ITN Malang.

“Tidak tahu saya, kenapa putri saya memilih Teknik Sipil. Kalau suami saya (sang ayah) alumnus Arsitektur ITN, tapi kalau saudara-saudara yang lain ada juga yang alumni Teknik Sipil. Jadi keluarga besar saya semua kuliah di ITN Malang,” ungkapnya bangga. (me/humas)

 744 total views,  6 views today

image_pdfimage_print