Ibu-ibu RW 02 Kelurahan Sawojajar Menerima Kedatangan Mahasiswa Teknik Industri S-1 ITN Malang, Jumat (2O/9/19). (Foto: Istimewa)

Ibu-ibu RW 02 Kelurahan Sawojajar Menerima Kedatangan Mahasiswa Teknik Industri S-1 ITN Malang, Jumat (2O/9/19). (Foto: Istimewa)


 

Membuat sabun cuci piring sudah semakin dilirik oleh ibu-ibu rumah tangga. Selain mudah dibuat, bahan-bahannya pun murah dan mudah didapat. Namun, tak jarang ada saja kegagalan saat pembuatan. Hal ini terungkap tatkala Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengadakan pengabdian masyarakat (abdimas) di RW 02 Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, pada Jumat, (13/9/19) yang lalu.

“Dapat curhatan dari ibu-ibu. Awalnya ada yang pernah mencoba membuat sabun cuci piring tapi gagal. Nah, mereka ingin tahu kesalahannya di mana,” ujar Farhandika Akbar, koordinator kegiatan, saat ditemui di kampus 2 ITN Malang, Jumat (2O/9/19).

Biasanya masih menurut Farhan, kesalahan yang terjadi saat pembuatan sabun pencuci piring cair ada pada cara pengadukan. Saat mengaduk baik menggunakan cara manual dengan tangan ataupun menggunakan mixer harus searah.

“Pengadukannya memang harus searah. Kalau tidak maka adonan di bawah akan mengkristal. Ada juga ibu-ibu bilang sabun buatannya gatal saat dipakai. Nah, kami sarankan untuk memakai air bersih, matang dan steril. Biasanya kalau di tangan gatal air yang digunakan tidak bersih,” imbuh mahasiswa semester tiga ini.

 

Pembuatan Sabun Cuci Piring Cair Berhasil, Ibu-Ibu RW 02 Kelurahan Sawojajar Mengekspresikan dengan Foto Bersama. (Foto: Istimewa)

Pembuatan Sabun Cuci Piring Cair Berhasil, Ibu-Ibu RW 02 Kelurahan Sawojajar Mengekspresikan dengan Foto Bersama. (Foto: Istimewa)

 

Tentu saja tips pembuatan sabun cuci piring cair anti gagal ini disambut baik oleh ibu-ibu RW 02 Sawojajar. Apalagi mereka juga diberi tips agar sabun cuci piring yang dibuat berbau harus alami. Caranya bisa ditambah bahan alami yang sifatnya menambah aroma dan warna, seperti pandan, perasan bunga telang atau jeruk nipis.

“Kami senang dengan antusiasme ibu-ibu. Kami berharap pelatihan sederhana ini bisa meningkatkan sumber daya di RW 02. Ibu-ibu punya keahlian yang bisa dijadikan pekerjaan sampingan untuk membantu perekonomian keluarga,” kata mahasiswa asal Situbondo ini.

Sebanyak 14 ibu perwakilan RT ini bahkan meminta mahasiswa Teknik Informatika untuk mengajari kembali pembuatan sabun pencuci piring cair dilain waktu. (me/humas)

498 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini