Ketua Alumni Teknik Elektro, Ir. Iyen Bob, membubuhkan Tanda Tangan di Prasasti Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik (JDTL), Kamis, (29/8/19). (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Ketua Alumni Teknik Elektro, Ir. Iyen Bob, membubuhkan Tanda Tangan di Prasasti Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik (JDTL), Kamis, (29/8/19). (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


 

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, akhirnya memiliki Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik (JDTL). Laboratorium di bawah Teknik Elektro Industri ini diresmikan pada Kamis, (29/8/19) oleh tiga tokoh penting, yakni Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT, Ketua Alumni Teknik Elektro, Ir. Iyen Bob, dan Ketua P2PUTN (Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional), Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT. Peresmian ini bertepatan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ITN Malang dan Asosiasi Profesionalis Elektrikal-Mekanikal Indonesia, (APEI) Jawa Timur.

Menelan anggaran 500 juta rupiah, Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik yang dibangun di kampus 2, Jalan Raya Karanglo Km 2 Malang, merupakan sumbangan alumni Teknik Elektro ITN Malang. Sebagai laboratorium skala mini, Lab Jaringan Distribusi Tenaga Listrik ITN Malang lengkap dengan jaringan dan fasilitas pendukungnya.

Rektor ITN Malang merasa bersyukur dan berterimakasih atas perhatian alumni kepada almamater. Alumni tidak hanya memberi perhatian secara akademis tetapi juga peralatan-peralatan. Dengan adanya Lab JDTL akan memberikan dampak positif untuk kemajuan ITN Malang terutama Teknik Elektro S-1 dan Teknik Elektro Industri Prodi Sarjana Terapan.

“Ini menjadi semangat dan pemicu bagi Program Studi Sarjana Terapan. Laboratorium nantinya bisa mempermudah mahasiswa untuk membangun kompetensinya sehingga tidak hanya standart namun bisa lebih. Sekaligus bisa memfasilitasi teman-teman yang bekerja di asosiasi profesi untuk uji kompetensi,” beber rektor.

Menurut Kustamar, lulusan ITN tidak hanya dibekali ijazah, tapi juga sertifikat keahlian. Untuk itu ITN Malang akan mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk melengkapi potensi mahasiswa terkait dengan kurikulum. Sehingga saat mahasiswa lulus tidak hanya dapat ijazah tapi juga mendapat sertifikat dari LSP.

Hal ini beralasan, pasalnya Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik ITN Malang memiliki fasilitas terlengkap dibanding laboratorium yang sama yang sudah ada. Berkapasitas skala mini, laboratorium ini memiliki tiang listrik 6 buah, konduktor, tranfomator, panel distribusi jaringan tegangan menengah (KTM), pengetesan growning, trafo distribusi kapasitas 100 kva (kilo volt amphere), alat inspeksi jaringan, serta proteksi.

 

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT (kiri) Menyerahkan Cendera Mata kepada Sutomo, ST Ketua Umum Pengurus Daerah APEI Jawa Timur Usai Penandatanganan MoU. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT (kiri) Menyerahkan Cendera Mata kepada Sutomo, ST Ketua Umum Pengurus Daerah APEI Jawa Timur Usai Penandatanganan MoU. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

 

Sementara itu Sutomo, ST Ketua Umum Pengurus Daerah APEI Jawa Timur menambahkan, di dunia usaha tidak cukup hanya berbekal ijazah saja. Mahasiswa ITN harus bisa mengikuti perkembangan IT yang luar biasa. “Maka, mahasiswa perlu diberi kompetensi sehingga keluar dari ITN bisa siap kerja dan berkarya. Dengan adanya MoU ini semoga ITN Malang dan APEI bisa terus saling mendukung,” terang Sutomo yang juga alumnus ITN Malang.

Kedepannya kerjasama dengan berbagai lembaga profesi, instansi dan alumni akan terus ditingkatkan. Mengingat peran serta alumni dan kerjasama mampu meningkatkan nilai klasterisari perguruan tinggi. Dimana klasterisasi tahun ini ITN Malang menduduki peringkat 56 dari total 2.141 perguruan tinggi non-vokasi se-Indonesia.

Peresmian Lab JDTL dan MoU ini dihadiri pula oleh AKLI DPC Malang, para alumni, kontraktor, serta tamu dari Kolej Vokasional Seri Manjung Malaysia. (Mita Erminasari/humas)

\