Menjalin kekompakan, Ketua Rukun Ibu ITN Malang, Ir. Ari Mukti, MT (berjilbab) bersama Kepala Humas ITN Malang, Masrurotul Ajiza, SPd., MPd. (Foto: Mita/Humas)

Menjalin kekompakan, Ketua Rukun Ibu ITN Malang, Ir. Ari Mukti, MT (berjilbab) bersama Kepala Humas ITN Malang, Masrurotul Ajiza, SPd., MPd. (Foto: Mita/Humas)


 

Lapangan basket kampus 2 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ramai dengan ibu-ibu. Sabtu pagi yang cerah dan tenang seketika penuh teriakan semangat dan tawa lepas. Tahun ini dalam perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia anggota Rukun Ibu ITN Malang kompak menggelar dan mengikuti lomba agustusan.

Ada tiga permainan yang dilombakan yakni, lomba balap sarung, lomba balap balon dengan terong, dan lomba joget balon. Terdiri dari tiga orang dalam satu tim, lomba balap sarung dilakukan dengan memindahkan sarung dari orang pertama sampai orang ketiga tanpa melepaskan pegangan tangan. Permainan ini tergolong sedikit susah karena sarung tidak boleh dipindahkan dengan bantuan tangan.

“Ayo lihat contohnya, belajar dulu, ini (permainan) perlu kekompakan. Tidak boleh dipindah menggunakan tangan,” teriak Dortauli Situmeang, panitia kegiatan mengingatkan peserta lomba, Sabtu (24/8/19).

 

Lomba Balap Sarung Perlu Ketangkasan dan Kerjasama yang Baik dalam Satu Tim . (Foto: Mita/Humas)

Lomba Balap Sarung Perlu Ketangkasan dan Kerjasama yang Baik dalam Satu Tim . (Foto: Mita/Humas)

 

Selain itu juga ada lomba balap balon dengan menggunakan terong. Lomba perseorangan ini membutuhkan kesabaran sekaligus kecepatan. Balon yang berisi air harus dipukul dengan terong yang digantungkan di badan hingga garis finish. Kebanyakan peserta kesusahan dalam memukulkan terong ke balon, sehingga menjadikan gelak tawa bagi peserta lain.

“Menggantungkan terongnya jangan rendah-rendah ya ibu-ibu. Biar mudah memukulnya (balon). Ayo lebih bersemangat lagi,” saran Ketua Rukun Ibu ITN Malang, Ir. Ari Mukti, MT. Arie Mukti sendiri mengikuti seluruh perlombaan.

Sedangkan lomba terakhir adalah lomba joget balon. Lomba membutuhkan dua peserta dalam satu tim. Dengan meletakkan balon di antara kepala peserta. Mereka harus berjalan sampai garis finish, dan boleh melepaskan balonnya jika musik berhenti berbunyi. (mer/humas)