Ir. Ari Mukti, MT, Ketua Rukun Ibu ITN Malang (empat dari kiri), Bersama para Pemenang Lomba Menyambut HUT ke-74 Republik Indonesia, Sabtu (24/8/19). (Foto: Mita/Humas)

Ir. Ari Mukti, MT, Ketua Rukun Ibu ITN Malang (empat dari kiri), Bersama para Pemenang Lomba Menyambut HUT ke-74 Republik Indonesia, Sabtu (24/8/19). (Foto: Mita/Humas)


 

Lapangan basket kampus 2 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tiba-tiba ramai oleh puluhan ibu-ibu. Pukul 07.00 WIB para ibu dari Rukun Ibu ITN Malang ini sudah berdatangan, Sabtu (24/8/19). Mereka kompak mengenakan seragam merah untuk melakukan serangkaian kegiatan menyambut HUT ke-74 Republik Indonesia.

Pagi itu kegiatan diawali dengan senam bersama dan diikuti dengan serangkaian lomba 17 Agustus-an, seperti lomba balap sarung, lomba balap balon dengan terong, dan joget balon. Semua peserta berlomba secara sportif. Lomba inipun bertabur hadiah bagi juara satu, dua, dan tiga. Kegiatan yang digelar bersamaan dengan kegiatan rutin rukun ibu ini dimaksudkan untuk memberikan semangat kepada ibu-ibu dalam nuansa kemerdekaan.

“Biasanya kan di kampus 1, tapi kali ini kegiatan digabung di kampus 2 untuk membangun kebersamaan. Selain silaturahim sekaligus ini merupakan visi kita bersama menuju ITN lebih baik,” kata Ir. Ari Mukti, MT, Ketua Rukun Ibu ITN Malang, saat ditemui di sela-sela kegiatan lomba.

Semangat kemerdekaan yang diharapkan Ari Mukti adalah peran serta ibu-ibu dalam mengisi kemerdekaan. Salah satunya dengan aktif men-support para suami. “Dorongan positif dari para ibu akan membuat bapak-bapak atau suami lebih tenang dalam bekerja sehingga mampu lebih berinovasi,” ujarnya.

 

Semangat Kebersamaan, Rukun Ibu Bersama Rektor ITN Malang Foto Bersama dengan Latar Belakang Gedung Teknik Mesin. (Foto: Mita/Humas)

Semangat Kebersamaan, Rukun Ibu Bersama Rektor ITN Malang Foto Bersama dengan Latar Belakang Gedung Teknik Mesin. (Foto: Mita/Humas)

 

Tidak hanya mandiri secara personal, Ari Mukti optimis rukun ibu bisa mandiri tanpa bergantung pada institusi yang menaunginya. Langkah yang sudah dibuktikan adalah dengan melakukan lelang stan kantin ITN Malang.

“Sekarang kami sudah mencoba mandiri dengan melelang kantin baik di kampus 1 maupun kampus 2 dengan mengikutkan pihak luar kampus. Alhamdulillah semua stan sudah terbeli. Hasil dari biaya tersebut bisa digunakan untuk keperluan dana kesehatan dan pengembangan rukun ibu,” ungkapnya. Direktur Teknik PDAM Kota Malang ini akan menerapkan transparansi dana yang dikelola oleh rukun ibu. (mer/humas)