Nur Muhammad Nashrullah (kiri) Bersama Rekannya Menunjukkan Produk Mr. Red Besi dan Letter of Invitation dari ATASEC 2019. (Foto: Mita/humas)
Nur Muhammad Nashrullah (kiri) Bersama Rekannya Menunjukkan Produk Mr. Red Besi dan Letter of Invitation dari ATASEC 2019. (Foto: Mita/humas)

 

Meneliti dan menulis artikel ilmiah sudah menjadi kewajiban bagi mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Kegiatan ini juga sebagai prasarat mahasiswa untuk mengambil tugas akhir. Diluar itu, penelitian mahasiswa pun diwadahi oleh Kemenristekdikti dengan ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM).

 

Berawal dari lolosnya proposal mahasiswa Teknik Kimia pada PKM pendanaan tahun 2019, yang meneliti minuman serbuk ‘mix fruit and vegetable’ berjudul Mr. Red Besi Pahlawan Dismenore. Mereka diharuskan menghasilkan luaran. Maka, diputuskanlah untuk menghasilkan publikasi dan paten. Walhasil paper yang dikirim oleh Nur Muhammad Nashrullah, Ibra Moch. Isdes, dan Fanny Rahmadani dibawah bimbingan Faidliyah Nilna Minah berhasil menembus jurnal internasional terindeks Scopus. Ini sekaligus mementahkan pernyataan bahwa sulitnya menulis artikel ilmiah di jurnal internasional.

 

“Sambil mengejar luaran-luaran yang lain, kami mencari seminar publikasi paper. Karena sebelumnya saya pernah mengikuti seminar internasional di UIN, maka disarankan oleh dosen pembimbing untuk mencari seminar internasional yang terindeks Scopus dan IOP. Ini sebenarnya tujuannya untuk mendapat nilai plus saat monev PKM 11 Juli kemarin,” kata Nur Muhammad Nashrullah, ketua tim, saat ditemui di Ruang Humas ITN Malang, Rabu (7/8/19).

 

Sementara patennya sudah didaftarkan dan dalam proses, Nashrullah (akrab disapa) dan teman-temannya mendaftarkan publikasi paper di seminar internasional ATASEC (Annual advanced Technology. Applied Science, and Engineering Conference) 2019 Politeknik Negeri Malang (Polinema).
Memang tidak serta merta mereka mengirimkan paper. Meskipun tidak ada kendala berarti, Nashrullah mengungkapkan harus merubah paper sesuai persyaratan panitia. “Kendala tidak ada, kami hanya tinggal menganti bahasanya dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Sekalian merubah tamplate paper sesuai persyaratan panitia,” imbuhnya.

 

Setelah paper terkirim, saat menunggu pengumuman mereka dihinggapi rasa was-was. Bagaimana tidak, mereka mengambil sub tema tentang Teknik Kimia sesuai dengan jurusannya. Namun, menurut Nashrullah tema Teknik Kimia yang mereka angkat kurang menonjol. Ini disebabkan penelitian mereka tentang pembuatan makanan. “Was-was juga, karena yang kami angkat tentang makanan, untuk tekniknya sendiri kurang menonjol,” ungkapnya.

 

Tapi, rasa khawatir ketiga mahasiswa ini sirna setelah pada tanggal 4 Agustus 2019 lalu mereka membaca pengumuman dan menerima Letter of Invitation (surat undangan) untuk mempresentasikan papernya pada konferensi ATASEC 2019 yang akan diselenggarakan pada 29-30 Agustus 2019 mendatang di Batu, Malang. Dengan judul ‘A Foam-mat  Drying Method to Prepare High Content of Iron in Instant Drink Powder of Mix Fruits and Vegetables as Prevention of Dismenore by Using Composition Variations and Drying Temperatures’.

 

Tim PKM ITN Malang Pendanaan Tahun 2019 saat Mengikuti Monev di UMM pada Kamis (11/7/19). (Foto: Yanuar/humas)

Tim PKM ITN Malang Pendanaan Tahun 2019 saat Mengikuti Monev di UMM pada Kamis (11/7/19). (Foto: Yanuar/humas)

Menurut mahasiswa asal Mojokerto ini, penelitian mix fruits tidak akan berhenti disini, namun terus akan dikembangkan. Harapannya kedepan bisa melanjutkan penelitian dengan variabel masa simpan lebih lama dan endapan minumannya akan lebih diminimalkan.

 

“Senang sekali, tidak terduga dapat pengalaman nanti di seminar internasional di Polinema dengan penelitian kami sendiri. Nanti paper ini akan terindeks Scopus, IOP Conference Series, dan dipublikasikan dalam bentuk jurnal dan prosiding,” pungkasnya. Bahkan untuk pendaftarannya mereka mendapat support dana dari institusi sebesar dua juta rupiah. (mer/humas)