Gedung Teknik Mesin dan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI) di Kampus 2, Jl Raya Karanglo Km 2 Malang. (Foto: Yanuar/humas)
Gedung Teknik Mesin dan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI) di Kampus 2, Jl Raya Karanglo Km 2 Malang. (Foto: Yanuar/humas)

 

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mulai tahun 2019 membuka penerimaan mahasiswa baru program studi (prodi) sarjana terapan atau Diploma IV. Prodi sarjana terapan ini sebagai pengembangan program Diploma III (D III) yang sebelumnya telah ada. Yakni, Teknik Mesin Industri (pengembangan dari Teknik Mesin D III), Teknik Elektro Industri (pengembangan dari Teknik Listrik D III) dan Teknik Industri Manufaktur (pengembangan dari Teknik Industri D III).

 

Ketiga prodi sarjana terapan ini di bawah naungan Fakultas Teknologi Industri (FTSP) yang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian lebih khususnya ahli terapan. Prodi sarjana terapan akan menjawab kebutuhan sumber daya manusia lima sampai 10 tahun akan datang untuk mengolah sumberdaya alam yang memerlukan keterampilan khusus.

 

Untuk itu, Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT akan menerapkan sistem MEME (Multi Entry, Multi Exit) sesuai arahan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akhir tahun 2018 yang lalu. Melalui prodi sarjana terapan mahasiswa bisa menentukan sendiri saat masuk kuliah dengan sistem Multy Entry. Masuk di awal tahun pertama, kedua, ketiga, atau keempat. Kelulusannya juga bisa menggunakan sistem Multi Exit, dimana mahasiswa bisa keluar di jenjang kedua (D II), ketiga (D III), atau keempat (D IV).

 

“Prodi sarjana terapan memang beda dengan sarjan biasa. Di terapan mahasiswa diajari terampil, sehingga peluang kerja lebih besar. Kami juga akan menerapkan sistem MEME. Jadi, lebih fleksibel, mahasiswa bisa keluar dan masuk kembali untuk melanjutkan kuliahnya,” kata rektor saat ditemui di kantornya awal bulan Agustus 2019 yang lalu.

 

Rektor sekaligus ahli pengairan ini mencontohkan, jika mahasiswa memutuskan untuk bekerja karena terkendala biaya, maka dia akan mendapat ijasah sesuai tahun keluarnya. Dan begitupun kalau mahasiswa tersebut akan melanjutkan studi bisa melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Namun rektor menekankan saat keluar bisa ditahun ke dua atau setara D II.

 

Prodi sarjana terapan ini cocok bagi siswa terutama lulusan SMK. Dimana vokasi SMK sejalan dengan bidang studi di prodi sarjana terapan. Namun, tidak menutup kemungkinan siswa lain yang menyukai hal-hal yang bersifat aplikatif/terapan bisa mengambil prodi ini. “Jalur vokasinya prodi sarjana terapan ITN Malang dan sekolah SMK juga banyak kemiripan,” kata Kustamar.

 

Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustama, MT. (Foto: Yanuar/humas)

Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustama, MT. (Foto: Yanuar/humas)

 

Sarjana terapan saat ini sudah menjadi favorit dan diminati oleh kalangan milenial. Menurut Kustamar, hal ini dikarenakan prodi sarjana terapan menyiapkan mahasiswa yang siap kerja. Dibekali dengan banyak praktek di lapangan maupun magang di dunia kerja. Kelebihan dari magang ini mahasiswa akan sedini mungkin dikenalkan dengan dunia kerja sekaligus akan mendapat inspirasi untuk tugas akhir. “Mahasiswa terapan nanti bisa memilih magang di dalam atau luar negeri, misalnya ke Jepang. Sehingga mereka akan terampil dan kompeten,” lanjutnya.

 

Menurut Kustamar, untuk memperkuat program magang, ITN Malang sudah bekerjasama dengan perusahaan BUMN, Perusahaan Migas, serta Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Sehingga saat mahasiswa lulus bisa langsung diserap oleh industri.

 

Apalagi Indonesia sedang memperkuat pendidikan di prodi sarjana terapan untuk membantu menangapi meledaknya bonus demografi penduduk. Puncaknya lima sampai 10 tahun yang akan datang. “Lulusan harus memiliki keterampilan lebih untuk mengolah sumberdaya alam yang ada. Keterampilan lebih ini menjadi keistimewaan bagi lulusan prodi sarjana terapan,” tutupnya.

595 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini