Anggota Rukun Ibu ITN Malang sedang meneliti satu set alat dan bahan penanaman sayur hidroponik secara wick system (sistem sumbu) di Ruang Hidrolika ITN Malang, Sabtu (03/8/19). (Foto: Mita/humas)

Anggota Rukun Ibu ITN Malang sedang meneliti satu set alat dan bahan penanaman sayur hidroponik secara wick system (sistem sumbu) di Ruang Hidrolika ITN Malang, Sabtu (03/8/19). (Foto: Mita/humas)


 

Pertanian hidroponik berkembang seiring perkembangan bangunan yang luar biasa sehingga mengurangi lahan pertanian khususnya di kota. Bila awalnya hidroponik dianggap sebagai hobi semata, pada perkembangannya hidroponik sudah dijalankan secara komersial dengan tujuan ekonomis. Sebagai hobi, tanaman hidroponik memanglah menarik. Saat ditanam di pekarangan rumah bisa menjadi penghias rumah yang cantik. Belum lagi manfaat sayuran bagi kesehatan keluarga.

Ada enam sistem hidroponik yang bisa dilakukan yakni, wick system (sistem sumbu), ebb & flow (pasang surut), floating (rakit apung), aeroponics, nutrient film technique (NFT), dan drip/fustigation (irigasi tetes). Untuk Wick system (sistem sumbu) merupakan sistem hidroponik paling sederhana yang bisa ditanam di pekarangan rumah. Seperti namanya sistem sumbu, maka membutuhkan sumbu yang akan menghubungkan tanaman dengan nutrisi/air yang ada di bawahnya.

Alat dan bahan yang harus disediakan untuk menanam hidroponik wicky system antara lain:
1. Netpot/pot tanaman ukuran 5cm
2. Bak plastik untuk menampung air dan nutrisi
3. Rockwool sebagai media tanam
4. Sterofoam yang diberi lobang untuk meletakkan netpot
5. Sumbu panel dari kain flanel atau sumbu kompor yang dipotong 2,5 cm dan dimasukkan ke dalam netpot
6. Nutrisi AB Mix hidroponik
7. Benih sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, tomat, seledri dll

Cara menanam hidroponik :
Potong rockwool bentuk dadu 2,5 cm, basahi dengan air kemudian ditata di atas bak plastik. Isi rockwool dengan benih, caranya dengan menggunakan tusuk gigi yang dibasahi air. Satu persatu biji dimasukkan ke dalam rockwool sedalam kurang lebih 1 cm. Untuk benih sawi 2 biji/ rockwool, kangkung, bayam, seledri 5 biji/ rockwool. Isian biji ini disesuaikan dengan banyaknya daun yang tumbuh. Semakin banyak daunnya maka biji yang ditanam semakin sedikit. Untuk mempercepat perkecambahan, biji bisa direndam dahulu dengan air hangat selama 30 menit. Ini juga untuk mensortir biji yang buruk sehingga terapung.

Kemudian bak plastik ditutup dengan plastik hitam atau diletakkan di bawah kolong/tempat yang gelap. Tujuannya agar biji cepat pecah dan berkecambah. Hari ke dua bak sudah bisa dibuka plastiknya. Jangan sampai terlupa, karena kecambah bisa tumbuh kurus dan tinggi. Untuk nutrisi bisa diberikan AB Mix dengan komposisi 1 liter air ditambah 1 tutup botol nutrisi A dan 1 tutup botol nutrisi B. Nutrisi ini dimasukkan ke dalam spray dan disemprotkan ke benih tiap pagi hari.

Keluarkan bak tiap hari agar terkena cukup matahari sampai waktu duhur, kemudian masukkan kembali ketempat teduh. Lakukan cara ini selama 14 hari atau sampai daun sejati tumbuh 4 helai, baru kemudian bisa dipindah ke media hidroponik/netpot. Setelah tanaman dipindah maka penyemprotan nutrisi bisa dilakukan seminggu sekali. Sebelum dipindah pastikan bak terisi air terlebih dahulu sebanyak setengah bak atau 5 lt, kemudian ditambah nutrisi AB Mix dengan komposisi 5 lt air ditambah 5 tutup botol nutrisi A dan 5 tutup nutrisi B.

 

Segarnya sayuran hidroponik menggoda Anggota Rukun Ibu ITN Malang untuk berfoto bersama. (Foto: Mita/humas)

Segarnya sayuran hidroponik menggoda Anggota Rukun Ibu ITN Malang untuk berfoto bersama. (Foto: Mita/humas)

 

Kelebihan wick system ini tanpa pompa, jadi air dan nutrisi akan naik ke akar lewat kain flanel, sehingga pertumbuhannya merata. Namun, kelemannya suplay oksigen kurang, maka dari itu air di dalam bak tiap hari perlu digoyang agar ada suplay oksigen, dan nutrisi bisa mengalir dengan baik ke akar.

Perlu dicermati juga dalam menanam hidroponik. Bila tanaman kekurangan nutrisi maka daun akan berwarna kekuningan, sedangkan kalau kelebihan nutrisi daun menjadi gosong. Tanaman kurus tidak bisa gemuk terindikasi membutuhkan sinar matahari yang cukup. Jadi, tiga komponen penting yang dibutuhkan adalah nutrisi, sinar matahari, dan oksigen. Selamat menanam sayur hidroponik ! (me/mita)