Sebanyak 79 peserta dari berbagai perguruan tinggi se-Malang Raya mengikuti pelatihan pembuatan legal drafting. (Foto: Yanuar/Humas)

Sebanyak 79 peserta dari berbagai perguruan tinggi se-Malang Raya mengikuti pelatihan pembuatan legal drafting. (Foto: Yanuar/Humas)


Pendaftaran paten tiap tahun semakin meningkat. Di tahun 2017 tercatat pendaftaran paten sebanyak 2.200 dan naik menjadi 2.800 di tahun 2018, jadi ada peningkatan 600 paten. Kesadaran peneliti dalam publikasi dan pendaftaran paten tersebut membuat Kemenristekdikti optimis bahwa suatu saat pendaftaran paten jumlahnya akan melebihi publikasi itu sendiri.

“Tahun ini diharapkan bertambah (pendaftaran paten). Apalagi dengan semakin banyaknya penelitian, peneliti semakin sadar bahwa hak paten sangat bermanfaat. Untuk itu kami optimis paten lebih meningkat lagi,” ujar Juldin Bahriansyah, S.T.,M.Si Kepala Subdirektorat Valuasi dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti, di The Singhasari Resort, Kota Batu, Rabu (3/7/19).

Upaya Kemenristekdikti mendorong dosen mendaftarkan paten terus dilakukan, salah satunya dengan Pelatihan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang Berpotensi Paten, dengan menggandeng Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. “Kami (Kemenristekdikti) dengan ITN bermitra menyelenggarakan kegiatan ini,” kata Juldin.

Menurut Juldin, ini mengaca pada pendaftaran paten negara lain, dimana Indonesia di tahun 2017 berada diurutan pertama dalam hal paten se-Asean, namun masih dibawah Negara Jepang, Cina, dan Korea Selatan. Untuk itu dengan digalakkan pelatihan bisa membantu peneliti dalam pembuatan legal drafting paten dari penelitian-penelitian penerima hibah Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat. Sementara itu dalam hal publikasi Indonesia masih urutan kedua setelah Malaysia.

 

Juldin Bahriansyah, S.T.,M.Si Kepala Subdirektorat Valuasi dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti, memberikan arahan terhadap anggota pelatihan. (Foto: Yanuar/Humas)

Juldin Bahriansyah, S.T.,M.Si Kepala Subdirektorat Valuasi dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti, memberikan arahan terhadap anggota pelatihan. (Foto: Yanuar/Humas)

 

“Pelatihan ini bukan sesuatu yang sifatnya berjenjang, jadi hanya sekali. Tujuannya peneliti bisa membuat drafing sendiri sehingga setelah kembali ke kampus masing-masing bisa menyebarkan ke dosen yang lain,” beber Juldin.

Sekarang ini masih menurut Juldin, publikasi Indonesia diangka 30 ribu sedangkan jumlah paten 2.800. Hal tersebut masih jauh dari ideal. “Jumlah permohonan paten kita harus melebihi jumlah publikasi internasional. Biasanya jumlah paten bisa dua kali lipat dari publikasi, seperti Jepang, Cina, dan Korea Selatan. Makanya jumlah paten harus melebihi dari jumlah publikasi internasional,” tegasnya. (me/humas)