Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menjadi mitra Kemenristekdikti dalam pelaksanaan Pelatihan Pemanfaatan hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang Berpotensi Paten. (Foto: Yanuar Humas)

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menjadi mitra Kemenristekdikti dalam pelaksanaan Pelatihan Pemanfaatan hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang Berpotensi Paten. (Foto: Yanuar Humas)


 

Dr.Ir. Kustamar, MT Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengapresiasi kepercayaan pemerintah kepada Kampus Biru. Rasa terimakasihnya disampaikan langsung saat membuka kegiatan Pelatihan Pemanfaatan hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang Berpotensi Paten di The Singhasari Resort, Kota Batu, Rabu (3/7/19). Pasalnya ITN Malang mendapatkan kepercayaan Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti sebagai tuan rumah untuk kesekian kalinya.

“Ini merupakan kepercayaan yang luar biasa kepada kami. Berarti ITN dianggap sebagai mitra yang berhasil melaksanakan tugas. Dari tahun ke tahun kami selalu berusaha meningkatkan kualitas layanan kepada peserta. Ini juga sebagai bentuk support untuk peningkatan jumlah paten,” ujar rektor saat ditemudi secara terpisah.

Menurut rektor, ITN Malang memiliki visi teknologi terapan, ini mendorong inovasi produk berupa alat menjadi hal utama yang harus dilindungi hak patennya dan mendapat lisensi. Pelatihan ini akan kembali menyadarkan bahwa semua produk yang dihasilkan para dosen harus dilindungi karena merupakan aset yang luar biasa bernilai.

 

Salah satu dosen ITN Malang berkonsultasi penyusunan drafting paten. (Foto: Yanuar/Humas)

Salah satu dosen ITN Malang berkonsultasi penyusunan drafting paten. (Foto: Yanuar/Humas)

 

“Artinya kalau sampai diproduksi massal nantinya akan ada royalti yang masuk ke dosen secara pribadi, sehingga dosen tersebut lebih tercukupi secara ekonomi. Dosen terdorong untuk meningkatkan jumlah paten, dengan demikian dosen diharapkan menjadi profesi yang diidamkan,” terang Kustamar, dengan banyak yang ingin menjadi dosen maka institusi akan lebih mudah mendapatkan dosen yang berkualitas.

Visi ITN Malang mendorong munculnya penelitian dosen dan karya mahasiswa, yang kemudian akan diturunkan ke visi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Intinya semua hasil penelitian tersebut menurut Kustamar muaranya menuju ke paten dan arahnya sesuai visi ITN Malang.

“Untuk itu dosen ITN pembiayaan kami bantu dari kampus yang dikelola oleh Sentra KI. Untuk skala PTS, ITN sudah terbaik di Indonesia (dalam paten). Tahun ini ada sebanyak 80 paten yang dibiayai oleh ITN,” tegas rektor. (me/humas)