Tim PKM Optimus-Arm: (Ki-Ka) Muhamad Zaydi Muhazzab, Tiar Bagus Musfiron, dan Mochmad Yajit Albustomi, saat uji coba alat. (Foto: Istimewa)

Tim PKM Optimus-Arm: (Ki-Ka) Muhamad Zaydi Muhazzab, Tiar Bagus Musfiron, dan Mochmad Yajit Albustomi, saat uji coba alat. (Foto: Istimewa)


 

Dalam dunia penelitian seperti kimia dan biologi, mikroskop digunakan untuk meneliti benda-benda kecil yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Banyak jenis mikroskop yang sudah tersedia, masing-masing memiliki tingkat perbesaran yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan peneliti.

Dari mikroskop, sampel yang diujikan haruslah terlihat baik dan jelas. Semakin halus pemutaran mikroskop semakin jelas gambar yang dihasilkan. Namun, seringkali analis tidak bisa memutar probe mikroskop dengan sangat halus. Kendala inilah yang membuat Tiar Bagus Musfiron, Muhamad Zaydi Muhazzab, dan Mochmad Yajit Albustomi, mahasiswa Teknik Elektro S-1, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang membuat inovasi alat yang diberi nama Optimus-Arm (Optimization of Image Quality).

”Sebenarnya ini pengalaman saya, saat kerja praktek di Puslit Geoteknologi LIPI, Bandung. Di sana analis kesulitan memutar probe mikroskop untuk zoom agar menghasilkan gambar yang jelas,” ungkap Tiar Bagus Musfiron, Ketua Tim PKM Karsa Cipta yang lolos pendanaan Kemenristekdikti 2019.

Seperti namanya, Optimus-Arm merupakan alat bantu autofocus mikroskop untuk pengoptimalan obyek. Untuk mikroskop keluaran baru sudah dilengkapi dengan alat bantu autofocus, tapi menurut Tiar alat tersebut tidak bisa dilepas/dicopot semisal akan dipasangkan pada alat lama.

“Mikroskop yang baru sudah dilengkapi alat semacam itu, tapi tidak bisa dicopot. Jadi, tidak bisa dipasangkan kepada mikroskop lama. Makanya kami membuat Optimus-Arm sehingga bisa dipasangkan pada mikroskop lama,” terang mahasiswa asal Pasuruan ini.

Optimus-Arm selanjutnya bisa dipasangkan pada mikroskop lama atau baru. Ini juga akan menghemat dana, karena mikroskop lama bisa digunakan maksimal tanpa harus membeli yang baru. “Selain murah, Optimus-Arm bisa dipasangkan pada alat lama, dan mudah pemakaiannya karena portable,” imbuh Tiar.

 

Optimus-Arm (Optimization of Image Quality), alat bantu autofocus mikroskop untuk pengoptimalan obyek. (Foto: Istimewa)

Optimus-Arm (Optimization of Image Quality), alat bantu autofocus mikroskop untuk pengoptimalan obyek. (Foto: Istimewa)

 

Optimus-Arm digerakkan dengan motor, sehingga bisa memutar 1,8 derajat dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Pergerakan motor kuat, padahal membutuhkan derajat per step–nya kecil, maka diakali dengan penambahan gir box. Torsi (ukuran kekuatan/gaya yang dapat menyebabkan objek berputar) beban yang bisa ditahan oleh motor semakin kuat dan derajat per step–nya lebih teliti.

“Tingkat ketelitian dari alat Optimus-Arm bisa sampai 0.39 derajat step/langkah dan masih bisa dikecilkan lagi 0,19 derajat step–nya/langkah. Semakin halus putaran probe mikroskop hasil sampelnya semakin baik. Sekarang memutar probe mikroskop selain memakai tangan bisa memakai alat ini,” pungkas Tiar yang pernah lolos PIMNAS tahun 2018 yang lalu, dengan judul PKM ‘Gantung Semar Alat Pembungkus dan Pemetik Buah Belimbing Menggunakan Prinsip Katrol di Kebun Belimbing Boyolangu, Tulungagung Jawa Timur’. (mer/humas)