Aladin Eko Purkuncoro, ST.,MT dan mahasiswa Teknik Mesin Program Sarjana Terapan ITN Malang sedang membahas teknologi kran air wudhu otomatis berbasis Arduino Uno. (Foto: Istimewa)

Aladin Eko Purkuncoro, ST.,MT dan mahasiswa Teknik Mesin Program Sarjana Terapan ITN Malang sedang membahas teknologi kran air wudhu otomatis berbasis Arduino Uno. (Foto: Istimewa)


 

Kita sebagai umat beragama seyogyanya setiap saat berlomba-lomba memperbaiki ibadah dan terus belajar menambah pengetahuan ilmu agama. Hal ini didengungkan dalam Dakwah Teknologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang berusaha mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan agama. Kreasi mahasiswa dalam dakwah teknologi tersebut berupa teknologi kran air wudhu otomatis, penentuan arah kiblat, auto tartil dan murotal Quran, serta info majelis.

Salat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat yang wajib dikerjakan oleh seorang muslim. Sebagai syarat sah salat, kita harus menyempurnakan wudhu. Bagaimana jadinya saat kita berwudhu tiba-tiba kehabisan air. Hal ini pernah dialami oleh Moh. Farhan Masruri (mahasiswa) dan Aladin Eko Purkuncoro, ST.,MT (dosen pendamping) saat berwudhu di masjid yang umumnya masih menggunakan kran manual seperti masjid Al-Kautsar ITN Malang. Kran tersebut mudah rusak karena sering diputar-putar, selain itu juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya pemborosan penggunaan air oleh masing-masing orang yang berbeda-beda. Maka, Teknik Mesin Program Sarjana Terapan ITN Malang mencoba melakukan dakwah teknologi dengan memanfaatkan air untuk berwudhu agar tidak terjadi pemborosan melalui teknologi kran air wudhu otomatis berbasis Arduino Uno.

“Cara kerja kran wudhu otomatis ini dengan mengalirkan dan menghentikan air secara otomatis tanpa ada campur tangan manusia, sehingga air akan berhenti secara otomatis saat tidak digunakan. Kami penambahan sebuah komponen sensor PIR dan komponen lainnya serta dipadukan dengan Arduino terprogram,” jelas Fathan.

Menurutnya Arduino Uno sebagai komponen utama akan mengubah fungsi kran manual menjadi otomatis. Ketika tangan diletakkan tepat di bawah kran air, maka sensor PIR membaca adanya gerakan tangan, kemudian sensor memberi perintah ke Arduino untuk menggerakkan kran sehingga air mengalir. Begitupun sebaliknya, ketika sensor sudah tidak membaca adanya sesuatu gerakan di bawah kran, maka kran air menutup secara otomatis. Dengan menggunakan kran air otomatis, dampak pemborosan air dapat diminimalisir hingga 40% untuk kebutuhan berwudhu. “Peluncuran teknologi kreasi berbasis Arduino Uno ini sangat menjawab kebutuhan hemat air saat berwudhu di Masjid Al-Kautsar ITN Malang,” imbuhnya.

Salah satu syarat sah salat lainnya yang dibahas dalam dakwah teknologi adalah posisi salat tepat dalam menghadap arah kiblat. Fenomena yang sering terjadi pada sebagian besar kaum muslimin, khususnya di Indonesia adalah selama ini mayoritas masyarakat masih mempunyai anggapan bahwa arah barat merupakan arah kiblat. Memang tidak mudah menentukan ketepatan arah kiblat, perlu alat khusus, salah satunya dengan menggunakan metode pemanfaatan arah geografis, dengan bantuan alat Global Positioning System (GPS).

Dakwah teknologi penentuan arah kiblat ini disajikan oleh Teknik Geodesi ITN Malang dengan anggota M. Husyein Alfarizi (mahasiswa) dan Hery Purwanto, ST,MSc (dosen pendamping). GPS sendiri merupakan system satelit navigasi dengan menggunakan prinsip-prinsip radio navigasi untuk penentuan posisi jarak dan waktu. GPS mampu memberikan data posisi dalam ruang tiga dimensi secara teliti beserta waktu dan informasi kecepatan benda yang bergerak. Global Position System dapat menunjukkan posisi lintang bujur yang merupakan aspek terpenting dalam penentuan arah kiblat yang akurat. Penentuan arah kiblat dengan GPS sudah diterapkan pada kebanyakan masjid, meskipun masih belum banyak digunakan di kalangan sendiri seperti di rumah. Namun, umat muslim bisa memanfaatkan kecanggihan aplikasi penentu arah kiblat menggunakan GPS berbasis android.

Kecanggihan smartphone android juga dimanfaatkan oleh Teknik Listrik Industri Program Sarjana Terapan ITN Malang untuk dakwah teknologi. Ervan Dilla Dwi Cahyo (mahasiswa) dan Ir. Eko Nurcahyo, MT (dosen pendamping) membuat sebuah auto tartil dan murotal Quran dengan jadwal salat otomatis. Alat didesain dengan display seven segmen yang berfungsi untuk memudahkan para muadzin mengetahui waktu salat fardu dan memperdengarkan suara adzan bila sudah masuk waktu salat. Jadwal salat akan berubah secara otomatis dan real time. Dimana muazin tidak perlu lagi mengubah jarum penunjuk jadwal salat fardu, karena alat ini menggunakan perhitungan ilmu falaq untuk jangka waktu 100 tahun. Dapat pula diperdengarkan dan di-setting countdown timer waktu iqomat sesaat sebelum salat fardu dengan mengikuti jadwal salat. Penggunaan fitur auto tartil setiap menjelang adzan akan memberikan kesan syiar Islam yang sangat kental. Sementara itu, untuk counter iqomat bisa di-setting berbeda tiap waktu sholat, bisa manual atau auto.

Alat ini juga dapat digunakan untuk membantu muroja’aah hafalan surat-surat, karena alat tersebut mampu memperdengarkan tilawah tiap jam. Tilawah dapat dirubah melalui tombol setting yang sudah disediakan. Sesaat sebelum memasuki waktu sholat fardu, tilawah juga akan diperdengarkan. Untuk suara azan yang dikumandangkan bisa dipilih dari 5 muazin yang yang sudah disiapkan, atau dapat diisi dengan suara azan kita sendiri. Alat tersebut scara spesifikasi sebagai berikut: jadwal sholat digital otomatis berlaku untuk 100 tahun, kalender digital otomatis (optional kalender Hijriah), dapat digunakan di seluruh Indonesia (tersedia lebih dari 500 jadwal waktu sholat untuk kota di Indonesia), Apabila listrik padam, setting awal tidak akan berubah. Untuk pengoperasiannya alat ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi android yang sejalan dengan perkembangan teknologi terkini.

 

Mahasiswa Teknik Geodesi ITN Malang sedang mengaplikasikan Global Positioning System (GPS). (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Teknik Geodesi ITN Malang sedang mengaplikasikan Global Positioning System (GPS). (Foto: Istimewa)

 

Selain berbasis android, dakwah teknologi Teknik Informatika ITN Malang juga memanfaatkan website sebagai media belajar. Adalah karya Wilda Ariffatul Faisalnur, bersama Suryo Adi Wibowo, ST.,MT sebagai dosen pendamping. Teknik Informatika berusaha memfasilitasi umat muslim untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama dengan menyajikan website khusus pencarian majelis sholawat. Di dalam majelis sholawat terdapat manfaat yang begitu besar. Dengan mengikuti majelis sholawat umat masyarakat dapat memanfaatkan ilmu yang didapat untuk mengoreksi dan mengubah diri menjadi pribadi lebih baik lagi.

Dengan website ini diharapkan masyarakat khsusnya Malang Raya bisa lebih mudah mencari jadwal majelis terdekat yang akan digelar. Website bernama Info Majelis berisi jadwal majelis lengkap dengan fitur waktu pelaksanaan, penampilan rute terdekat, serta kegiatan majelis dengan jarak paling dekat dengan lokasi user. Secara detail dalam Info Majelis bisa ditemukan berbagai informasi menarik mulai jadwal acara, pengisi acara/ustad, profil ulama, profil majelis, koleksi kitab sampai dengan rute lokasi acara. (Mita Erminasari/humas)

253 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini