Rektor ITN Malang Dr.Ir.Kustamar, MT berkunjung ke salah satu stand Bazar Ramadhan. (Foto: Yanuar/humas)

Rektor ITN Malang Dr.Ir.Kustamar, MT berkunjung ke salah satu stand Bazar Ramadhan. (Foto: Yanuar/humas)


 

Banyak cara berbagi di bulan Ramadan, bahkan intensitas berbagi lebih sering dibandingkan dengan bulan lainnya. Selain zakat, infak dan sedekah ada cara unik yang dilakukan oleh Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang di Ramadan tahun ini. Yakni, memfasilitasi mahasiswa untuk berinovasi dan beramal, serta mengajak mitra atau donatur untuk beramal dengan bazar Ramadan ITN Malang. Kegiatan ini menurut Dr.Ir. Kustamar, MT., Rektor ITN Malang juga untuk menyatukan potensi yang dimiliki kampus biru untuk beramal bersama-sama.

“Ini moment yang tepat untuk menyatukan semua potensi untuk beramal bersama-sama. Melatih para mahasiswa untuk berinovasi dalam berwirausaha atau technopreneurship, sehingga menjadi pengusaha-pengusaha yang hebat nanti. Sekaligus mengajak mitra kerja untuk beramal di sini (Bazar Ramadan) dengan diskon dan promo, sehingga usahanya berkah,” terang Kustamar.

Sebanyak 20 stan berjejer rapi di depan halaman rektorat kampus I ITN Malang. Selama dua hari mulai hari Jumat sampai Sabtu (24-25/5/19), stan-stan tersebut menjual berbagai kebutuhan seperti makanan, minuman, baju dan jilbab, snack lebaran sampai sembako seperti beras, gula dan minyak. Salah satunya adalah stan mahasiswa Teknik Kimia yang menjual berbagai makanan dan minuman yang hasil produksi mahasiswa.

“Di sini (Bazar Ramadan) mahasiswa semua jurusan ikut serta meramaikan. Tapi, yang ditekankan bagaimana teknik (cara) menjualnya, bukan jenis barangnya. Sehingga diharapkan mahasiswa akan terasah jiwa entrepreneur-nya. ITN kan ada mata kuliah technopreneurship dan inkubator bisnis,” imbuh Kustamar.

Tidak mau ketinggalan, pihak institusi ITN Malang juga tidak melewatkan moment berbagi ini. Lewat panitia Gema Ramadan, ITN Malang telah menyiapkan kupon sembako dan belanja gratis total 5 juta rupiah yang dibagikan untuk civitas academica dan masyarakat sekitar. Terdiri dari pecahan 20 ribu rupiah dan 30 ribu rupiah sebanyak masing-masing 100 lembar. Kupon-kupon tersebut bisa dibelanjakan gratis di semua bazar.

 

Dengan Bazar Ramadan Rektor ITN Malang (kanan) berharap jiwa entrepreneur mahasiswa turut terasah. (Foto: Yanuar/humas)

Dengan Bazar Ramadan Rektor ITN Malang (kanan) berharap jiwa entrepreneur mahasiswa turut terasah. (Foto: Yanuar/humas)

 

Menurut Aladin Eko Purkuncoro, ST.,MT khusus untuk kupon sembako akan dibagikan kepada dosen dan staff. Pengunjung bisa memilih sembako apa yang diinginkan setelah belanja terlebih dahulu di stan mahasiswa. Voucer sembako gratis bisa ditukarkan di stan-stan mahasiswa. Syaratnya dosen atau staff membeli produk yang dijual oleh mahasiswa, baru mereka bisa menukar voucer tersebut sesuai tulisan yang tertera di voucer dengan gula, minyak goreng atau satu paket minuman.

“Kami sengaja menyebar sembako tersebut di stan mahasiswa, agar bisa mendekatkan dosen dan staff kepada mahasiswa,” beber Sekretaris Program Studi Sarjana Terapan Teknik Mesin ini. (mer/humas)