Anak-anak Panti Asuhan Kasih Karunia, Kediri, menyambut rombongan dosen dan staf ITN Malang. (Foto: Istimewa)

Anak-anak Panti Asuhan Kasih Karunia, Kediri, menyambut rombongan dosen dan staf ITN Malang. (Foto: Istimewa)

 

 

Bagaimana perasaan kita tatkala berkunjung ke panti asuhan ? Dimana anak-anak menatap masa depan dari dalam panti. Pastinya akan tumbuh raya trenyuh dan belas kasih. Seperti itulah yang dirasakan oleh rombongan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang saat berkunjung ke panti asuhan di Kediri.

Berjumlah 20 orang, rombongan yang terdiri dari dosen dan staf ini mengunjungi Panti Asuhan Kasih Karuni, di Pare Kediri, serta Panti Asuhan Bhakti Luhur, di Kediri, Jumat, (12/4/19).

“Bakti sosial ini masih satu rangkaian dengan perayaan natal 2018 kemarin,” terang Awan Uji Krismanto, ST,MT,Phd., ketua panitia perayaan natal sekaligus bakti sosial saat ditemui di ruang humas ITN.

Menurut dosen Teknik Elektro ini, Panti Asuhan Kasih Karunia memiliki sekitar 60 anak asuh yang sebagian ditemukan terlantar, dan lainnya tidak ada perhatian dari keluarga. Beda lagi dengan Panti Asuhan Bhakti Luhur yang khusus merawat anak-anak difabel berjumlah 11 orang.

“Panti ini (Bhakti Luhur) konsen terhadap anak-anak yang ditolak oleh orang tuanya atau tidak diakui,” ujarnya.

Untuk itu uluran tangan sangat dibutuhkan oleh panti. Baik dalam hal perhatian maupun berbentuk materi. Begitupun ITN Malang, rombongan datang menyerahkan bantuan bahan pokok yang cukup untuk dikonsumsi selama satu bulan.

“Kami berharap kedepan bakti sosial bisa berlanjut rutin. Ini sebagai bentuk kepedulian kami untuk berbagi dengan saudara-saudara yang membutuhkan, juga sebagai wujud pengabdian masyarakat,” pungkas lulusan University of Queensland Australia ini. (me/humas)

145 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini