Siap Bersinergi, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Kunjungi ITN Malang

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mendapat kunjungan dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Dari kunjungan studi banding Fakultas Teknologi Industri (FTI) UAD ke FTI ITN Malang tersebut, mencuat keinginan bersama untuk saling meningkatkan kualitas kampus. Rombongan UAD diterima langsung oleh Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., beserta civitas akademika FTI ITN Malang, Sabtu (16/2/19).

Kegiatan yang berlangsung di Kampus II tersebut berkesan akrab, kedua belah pihak saling ‘sharing’ informasi. Mulai dari pengelolaan akademik, pengembangan karir dosen, serta pengembangan karir karyawan. “Kami (UAD dan ITN) berbincang ringan, seperti cara membuat proses (perkuliahan) efektif efisien, sehingga mahasiswa masuk dan lulus tepat waktu. Mendorong dosen untuk mengambil S-3 serta (meningkatkan) jabatan akademik. Untuk karyawan, bagaimana pengembangkan karir karyawan bisa meningkat, baik level prodi maupun fakultas,” beber Sunardi, ST., MT.,Ph.D., Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UAD.

Dihari yang sama selepas bincang-bincang dan sharing, rombongan UAD berkesempatan diajak keliling kampus II untuk melihat beberapa gedung program studi serta fasilitas yang melengkapinya. Rombongan UAD yang berjumlah 21 orang tersebut terdiri dari dekan, wakil dekan, kepala dan sekretaris prodi dari 5 prodi di FTI UAD, serta staf fakultas.

 

Siap Bersinergi, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Kunjungi ITN Malang

Siap Bersinergi, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Kunjungi ITN Malang

 

“ITN termasuk perguruan tinggi cukup dikenal akan prestasinya. Baik itu dalam bidang kelembagaan, serta prestasi mahasiswa. Dari pretasi-prestasi tersebut bagaimana pengembangannya, nanti bisa kami terapkan di UAD,” aku lulusan doktoral Universiti Teknologi Malaysia ini.

Menurut Suhardi kunjungan tersebut tidak sebatas kunjungan. Kedepannya akan terus berlanjut dalam sebuah kerjasama dan saling bersinergi untuk pengembangan riset maupun publikasi. “Nanti akan lebih konkrit kerjasamanya, baik dalam riset, publikasi, sehingga lebih implementatif,” pungkas dekan asli Yogjakarta ini. (me/humas)