Bertabur Penghargaan dalam Peringatan Hardiknas ITN Malang

Ada yang berbeda dalam peringatan hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei 2018 di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Biasanya penghargaan selalu diberikan kepada tenaga pendidik, non pendidik, dan mahasiswa berprestasi. Namun, kali ini ada penghargaan khusus yang diberikan kepada 20 orang tenaga pendidik dan non pendidik dengan masa pengabdian minimal 35 tahun.

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., menerangkan bahwa penghargaan tesebut sebagai bentuk apresiasi atas jasanya kepada ITN Malang. Rektor berharap hal tersebut dijadikan sebagai teladan untuk bersungguh-sungguh dalam bekerja dan tak ada batas akhir bagi sebuah pengabdian untuk bangsa. “Semoga penghargaan ini dapat menjadi dorongan untuk lebih berprestasi dan menjadi teladan bagi semua,” ujarnya.

Rona bangga dan kebahagiaan terpancar dari wajah masing-masing peserta upacara yang mendapatkan penghargaan dengan masa pengabdian puluhan tahun. Salah satunya L. Hermin Dwi Yuniarti, tenaga non pendidik BAU & Keuangan dengan pengabdian terlama yakni 38 tahun. Mewakili teman-temannya yang memperoleh penghargaan ia mengungkapkan kegembiraan dan kebanggaannya.

Bertabur Penghargaan dalam Peringatan Hardiknas ITN Malang

Bertabur Penghargaan dalam Peringatan Hardiknas ITN Malang

“Tentu saja kami bangga telah diberi kesempatan mengabdi di ITN Malang. Semoga pengabdian kami bisa memotivasi teman-teman yang lain,” terangnya seusai upacara kepada humas ITN. Meskipun hanya sebatas piagam namun bagi dia itu merupakan penghargaan luar biasa yang diberikan di saat hari Pendidikan Nasional.

Penghargaan bidang kemahasiswaan juga diberikan kepada 22 mahasiswa berprestasi dalam berbagai bidang baik nasional maupun internasional. Antara lain sebagai peserta motivasi terbaik dalam kegiatan internasional simposium “Word Innovation Forum Tokyo” (WIFT) 2017, tim UART dan lima tim robot lolos seleksi perlombaan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek dan Dikti, serta dalam bidang olah raga yang berhasil meraih 24 medali dari cabang olahraga Taekwondo dan Kempo.

Atas prestasinya tersebut Mariano Alves Pereira (Taekwondo), Cristian Darwanto (Taekwondo), dan Hirarki Ardi Pratama Wendi (Kempo) berhak menerima beasiswa bebas SPP selama satu semester. Sedangkan Karunia Solikin (mahasiswa Teknik Kimia peserta motivasi terbaik dalam kegiatan internasional simposium WIFT 2017) berhak menerima beasiswa bebas SPP dua semester.

Rektor juga memberikan penghargaan kepada dosen sebanyak enam orang, atas prestasinya membawa mahasiswa ITN Malang lolos diberbagai event lomba yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek dan Dikti. (mer/humas)

122 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini