“Jaga Keamanan Negara, Sehari Tangani 1,1 Juta Insiden”
Pada tahun 2007, pemerintah membentuk Tim Insiden Keamanan Internet dan Infrastruktur Indonesia (ID-SIRTII). Lembaga yang digawangi M. Salahuddien Manggalanny itu bertanggungjawab terhadap keamanan penggunaan internet di Indonesia.
Ketika ditemui di Kantor Yayasan Air Putih, alumnus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu sibuk memantau grafik – grafik berwarna warni di layar komputer. Sesekali menelepon dan berkomunikasi dengan seseorang di ujung telepon.
Pria yang akrab disapa Didien itu adalah Wakil Ketua Tim Insiden Keamanan Internet dan Infrastruktur Indonesia, atau yang secara Internasional dikenali dengan Indonesia Security Incident Response Team on Internet and Infrastructure (ID-SIRTII).
Lembaga itu bertanggungjawab terhadap keamanan penggunaan internet di seantero Nusantara. Didien menjelaskan, berdirinya ID-SIRTII berawal dari meningkatnya kejahatan dengan memanfaatkan teknologi informasi sejak tahun 2003. “ Sebut saja kejahatan carding, hacking, cracking, phising, viruses, cyberquating, pornografi, perjudian online, dan kejahatan transnasional online,” kata dia.
Menjadi pengawas lalu lintas internet di Indonesia bukan tugas yang mudah. Sebab, faktanya, Indonesia masuk peringkat kelima negara pengguna internet terbesar di Asia.
Setiap hari ID-SIRTII menangani hampir 1,1 juta laporan insiden, baik serangan virus maupun upaya menerobos keamanan data pemerintah dan pencurian di sektor perbankan. Diantara jumlah itu, 500 ribu adalah serangan yang sangat serius. Menurutnya, tingkat kejahatan internet di Indonesia sangat tinggi karena pemilik infrastruktur internet kurang serius dalam mengedepankan pengamanan diri.
Karena itu, dia mengingatkan publik bahwa penggunaan internet yang aman bergantung pada kesadaran individu. Selama belum ada kesadaran penggunaan internet untuk tujuan yang baik, selamanya akan ada unsure kejahatan yang mengancam.
Oleh karena itu, dia menghimbau agar senantiasa menjaga keamanan data personal dengan perlindungan berlapis. Sebab, trend kejahatan cyber tidak akan pernah turun, tuturnya.
Sumber : Jawa Pos