Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT (kiri) menerima cendera mata dari Drs. Hariyono, MSi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto. (Foto: Yanuar/humas)

Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT (kiri) menerima cendera mata dari Drs. Hariyono, MSi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto. (Foto: Yanuar/humas)


Pengalaman dan kontribusi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dalam membangun daerah mendorong pemerintah Kabupaten Mojokerto turut menggandeng kampus biru ini. Bahkan Drs. Hariyono, MSi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto berharap, Pemkab Mojokerto akan dapat pendampingan dari ITN Malang. Terkait rencana Pemkab Mojokerto merevisi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) yang akan dilanjutkan ke RDTR (Rencana Detail Tata Ruang).

“Menyusun rencana ini (RTRW dan RDTR) tidaklah mudah. Kami perlu pendampingan dari ITN untuk memberikan rekomendasi KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis),” pinta Hariyono, sebagai fasilitator kerjasama antara Pemkab Mojokerto dan ITN Malang, saat memberikan sambutan pada penandatanganan MoU di kampus I, Rabu 29/5/19.

Kerjasama ini menurut Hariyono sebagai upaya percepatan pembangunan Kabupaten Mojokerto agar setimbang dengan perkembangan dinamika masyarakat. “Kami ada 19 kecamatan. Dimana masing-masing desa sudah berinovasi di sektor ekonomi dan pariwisata. Ini sudah mengubah pola ruang, belum lagi perkembangan industri,” bebernya.

Peraturan pemerintah pusat, propinsi, serta kabupaten sudah banyak menyesuaikan dengan dinamika pembangunan masyarakat. Ditambah kebijakan pemerintah yang menggelontorkan dana ke desa memberikan ruang inovasi bagi masyarakat.

Hal senada disampaikan Moch. Yusuf Ma’arif, S.Pt, Mpp, MEng Kasubbid Keciptakaryaan
dan Kewilayahan dan Penataan Ruang Bapedda Kabupaten Mojokerto. Menurutnya desa di Mojokerto berencana membangun fasilitas umum untuk menunjang sektor pariwisata. Sehingga banyak pemerintahan desa yang memohon perubahan tata ruang.

 

ITN Malang dan Pemkab Mojokerto bersinergi membangun Kabupaten Mojokerto. (Foto: Yanuar/humas)

ITN Malang dan Pemkab Mojokerto bersinergi membangun Kabupaten Mojokerto. (Foto: Yanuar/humas)

 

“Mereka (desa) tidak bisa membangun bangunan-bangunan penunjang, karena masing-masing terganjal oleh penataan tata ruang. Namun, nanti tidak semua permintaan kami akomodir, karena tetap harus dilihat daya dukung lahannya,” terang Yusuf.

Mengulangi keinginan Kepala Bapedda, untuk validasi KLHS Pemkab Mojokerto memohon pendampingan dari tim ITN Malang. “Secara overall pendampingan ITN terkait rekomendasi untuk merevisi RTRW,” lanjutnya.

Keinginan Pemkab Mojokerto inipun disambut baik oleh Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT. Pengalaman ITN Malang bekerjasama dengan pemerintah daerah terjalin diberbagai bidang, seperti kegiatan rancang bangun, RTRW, air bersih, informasi jalan raya. “Terimakasih atas kepercayaan kerjasama Pemkab Mojokerto dengan ITN Malang, semoga kerjasama ini bisa saling memberikan manfaat,” kata rektor. (mer/humas)