Salah satu mahasiswa ITN Malang sedang mengecat gedung sekolah di Dusun Gajahan. (Foto: Istimewa)

Salah satu mahasiswa ITN Malang sedang mengecat gedung sekolah di Dusun Gajahan. (Foto: Istimewa)


 

Sekitar 30 mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang melakukan “Sobo Deso” atau berkunjung ke desa. Tidak hanya sekedar berkunjung, namun mahasiswa yang dimotori oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) ini juga melakukan bakti desa dengan pembenahan sekolah, bersih-bersih lingkungan serta mengajar di Dusun Gajahan, Desa Gajahrejo, Kecamatan Purwodadi, Pasuruhan. Kegiatan dibagi dua hari, Minggu, 28 April dan Rabu, 1 Mei 2019.

Adrian Muhammad Zuhdi, ketua pelaksana kegiatan “Sobo Deso” mengatakan, pendidikan masyarakat di Dusun Gajahan masih minim. Mayoritas masyarakat di sana berpendidikan SMP dan SMA. “Pendidikannya (masyarakat) memang kurang maju, kebanyakan lulusan SMP dan SMA,” ujar Adrian.

Kegiatan hari pertama “Sobo Deso” diawali dengan kerja bakti bersama warga sekitar untuk pembenahan sekolah, dan bersih-bersih lingkungan, Minggu (28/4/19). Dusun Gajahan memiliki sekolah setingkat sekolah dasar. Kondisi gedung sekolah tersebut belum memiliki plafon, sedang temboknya tanpa plamir. Terdapat tiga ruangan, dua ruang untuk kelas, dan satu ruang kantor.

“Sekolah tersebut dibangun dengan swadaya masyarakat sekitar. Ada kurang lebih 40 siswa yang belajar di situ. Jadi, kami (HMTK) ingin membenahi sekolah agar nyaman untuk belajar adik-adik,” kata mahasiswa kelahiran Kota Batu ini.

Agar bangunan sekolah terlihat bersih dan menarik, mahasiswa ITN Malang melakukan pengecatan pada semua bangunan gedung, seta menghias sekolah dengan berbagai gambar. Adik-adik yang belajar di sekolah itu juga antusias menunggu kakak-kakak mahasiswa mengecat sekolahnya.

“Adik-adik antusias menunggui kami bekerja, kebetulan saat itu bertepatan dengan hari Minggu, pas hari libur sekolah. Apalagi saat semua sudah selesai mereka makin senang, karena sekolahnya sudah bersih dengan warna cat cerah dan gambar-gambar menghias ruangan,” sambung Feri Darmawan Sabastian Sinaga, salah satu panitia “Sobo Deso”.

 

Mahasiswa ITN Malang memberi motivasi kepada anak-anak Dusun Gajahan agar berani tampil dimuka umum. (Foto: Istimewa)

Mahasiswa ITN Malang memberi motivasi kepada anak-anak Dusun Gajahan agar berani tampil dimuka umum. (Foto: Istimewa)

 

Sedangkan dihari kedua, Rabu, 1 Mei 2019 kegiatan dilanjutkan dengan belajar di kelas. Anak-anak terlihat antusias mengikuti instruksi kakak-kakak mahasiswa. Mereka mewarnai gambar, public speakin, serta berhitung. “Adik-adik setelah selesai mewarnai diminta untuk menceriterakan tentang apa yang diwarnai. Dari situ adik-adik akan belajar dan berani berbicara di depan umum,” imbuh Feri.

Untuk menambah semangat HMTK sudah menyiapkan hadiah bagi adik-adik berupa kitab suci Al Quran, buku cerita dan celengan. Pengumuman dan hadiah lomba menggambar diberikan saat perayaan pentas seni pada malam harinya. “Pentas seni adalah program tahunan desa. Kali ini momentnya pas dengan kedatangan mahasiswa ITN ke Dusun Gajahan,” tutup Feri. (mer/humas)