Kembangkan Ide Kreatifitas, Mahasiswa FTI Pelajari Autodesk Inventor

Produk manufaktur seperti block sepeda motor, seker, piston, dan semua yang berhubungan dengan automotif tidak terlepas dari program autodesk inventor. Oleh sebab itu sangat penting inventor dipelajari oleh kalangan mahasiswa teknik.

“Pelatihan inventor sangat bermanfaat sekali untuk mahasiawa kita, karena program ini banyak kelebihannya,” terang Aladin Eko Purkuncoro, ST,MT., Sekertaris Program Studi Teknik Mesin D3, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Sabtu (21/4).

Aladin membeberkan, program autodesk inventor tersedia dalam desain 2D dan 3D. Biasanya dipakai dalam assambly atau perakitan, untuk simulasi, presentation, sampai untuk record atau proses pembuatan manufaktur.

Program autodesk inventor ini dipelajari oleh mahasiswa ITN Malang Fakultas Teknik Industri selama dua hari Jumat-Sabtu (20-21/4) di Lab Komputer Gedung Mesin D3. Materi yang diberikan meliputi, scating, drawing, dan assembling.

Sedangkan M. Idris Ramadhan, Ketua Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) D3 mengatakan, sebelum membuat produk maka harus melalui tahap desain. Ini untuk menentukan penggunaan material, kekuatan material, dan cara-cara pengerjaannya.

“Melalui pelatihan ini mahasiswa yang semula belum tahu menjadi tahu, kemudian suka dan berusaha mendalaminya,” terang mahasiswa semester enam Teknik Mesin D3 ini.

Pelatihan yang digagas oleh HMM D3 ini memberikan trik dan cara membuat onderdil dengan cepat tanpa memakan banyak waktu. Misalnya, saat membuat lubang pada suatu produk dalam jumlah banyak tidak perlu lagi manual dengan membuat satu persatu. Dengan autodeks inventor akan bisa dikerjakan secara otomatis.

“Jadi kalau dibuat untuk melamar kerja maka perusahan akan suka dengan cara kerja kita yang cepat,” tutur dia.

Antusiasnya peserta membuat panitia HMM D3 membagi peserta menjadi dua kelas pelatihan. “Ada 33 peserta, jadi kami bagi dalam dua kelas. Sementara ini memang kami khususkan untuk mahasiswa FTI ITN. Tapi tidak menutup kemungkinan ke depannya bisa untuk umum,” tukas Puja Wijatna, Ketua Pelaksana. (mer/humas)